Kunjungan Wisman Tiongkok ke Gianyar masih Normal

Masuknya sejumlah kapal nelayan hingga Cost Guard Cina ke Perairan Natuna di Kepulauan Riau, Indonesia, berbuntut ketegangan antar Cina (Tiongkok) dan Indonesia.

TIONGKOK - Wisatawan Tiongkok yang sebelumnya mengunjungi kawasan wisata Gianyar.

Gianyar (bisnisbali.com)-Masuknya sejumlah kapal nelayan hingga Cost Guard Cina ke Perairan Natuna di Kepulauan Riau, Indonesia, berbuntut ketegangan antar Cina (Tiongkok) dan Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar, AA. Gde Putrawan, Senin (13/1) mengatakan, walaupun ada ketegangan Cina (Tiongkok)-Indonesia kunjungan wisatawan Cina ke Gianyar masih relatif normal.

Dampak ketegangan Cina-Indonesia terjadi beberapa pekan terakhir. Dampak ketengangan kedua negara ini dengan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Gianyar akan terlihat beberapa bulan ke depan.

Ia menjelaskan  masalah ketegangan di Perairan Natuna itu murni masalah politik  kedua negara. Masalah politik tidak bisa dikaitkan dengan masalah pariwisata.

Putrawan memaparkan selama ini wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Bali di antaranya cukup banyak mengunjungi Gianyar. Mereka berkunjung kawasan daya tarik wisata pura seperti Pura Batuan, Pura Tirta Empul dan pura lainnya.

Wisatawan Tiongkok juga banyak mengunjungi wisata buatan di Gianyar seperti Taman Burung dan wisata kebun binatang lain di Gianyar. Wisatawan Tiongkok banyak mengikuti kegiatan wisata arung jeram di Gianyar. Dengan perayaan Imlek mendatang wisatawan Tiongkok diharapkan bisa lebih banyak mengunjungi kawasan wisata di Gianyar.

“Selama ini Gianyar lebih banyak dikunjungi wisatawan Eropa, dengan perkembangan pasar Gianyar juga makin banyak dikunjungi wisatawan Tiongkok,” jelasnya.

Gde Putrawan menegaskan kunjungan wisatawan Tiongkok yang berlibur ke daya tarik wisata Gianyar relatif normal. “Ketegangan Cina (Tiongkok)-Indonesia diharapkan segera berakhir sehingga makin banyak wisatawan Tiongkok meramaikan pariwisata Bali dan kawasan wisata Gianyar khususnya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komite Tiongkok DPP Asita, Hery Sudiarto Minggu (12/1) mengatakan ketegangan Cina-Indonesia belum berdampak signifikan pada kunjungan wisatawan Cina atau wisatawan Tiongkok ke Indonesia termasuk ke Bali.

Diungkapkannya, ketegangan Cina dan Tiongkok sejauh ini tidak berpengaruh dengan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia termasuk ke Bali. Ketegangan Cina-Indonesia tidak ada dampaknya dengan penggarapan wisatawan di pasar Tiongkok.

Walaupun terjadi ketegangan di Perairan Natuna penggarapan wisatawan dari pasar Tiongkok masih berjalan sangat baik. Di samping itu, walaupun ada ketegangan di Natuna hubungan kedua negara relatif masih sangat baik.

Hery melihat sampai saat ini belum ada himbauan dari Pemerintah Tiongkok untuk melarang warganya untuk berkunjung ke Indonesia. “Tdak ada imbauan untuk masyarakat Tiongkok untuk tidak ke Indonesia, jadi semua berjalan normal,” jelasnya.

Ke depan untuk mendatangkan lebih banyak wisatawan Tiongkok ke Indonesia Asita bersama biro perjalanan wisata (BPW) di Pasar Tiongkok telah menyiapkan beberapa strategi. *kup

BAGIKAN