Kunjungan Jokowi Bangkitkan Semangat Pelaku Pariwisata

Kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Bali, Selasa (16/3) lalu, direspons positif pelaku pariwisata.

BERSEPEDA - Seorang wisatawan mancanegara bersepeda di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar, Rabu (17/3). Sanur merupakan salah satu kawasan yang dipersiapkan menjadi zona hijau.

Denpasar (bisnisbali.com) – Kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Bali, Selasa (16/3) lalu, direspons positif pelaku pariwisata. Kegiatan tersebut membangkitkan semangat pelaku pariwisata mengingat Presiden punya komitmen kuat mendorong pemulihan pariwisata Bali.

Ketua Ubud Hotels Association (UHA) I Gede Paskara Karilo, Rabu (17/3), mengatakan kunjungan kerja Presiden Jokowi untuk meninjau langsung proses vaksinasi Covid-19 di Puri Saren Agung, Ubud, kepada para pelayan publik, tokoh agama, pemuda, budayawan serta sebagian masyarakat dari 13 banjar setempat, memberikan angin segar bagi masyarakat Bali, khususnya Ubud. Demikian halnya terhadap vaksinasi yang terus digenjot di Bali terutama untuk pekerja pariwisata serta infrastruktur penunjang pariwisata yang sesuai dengan tatanan kehidupan baru memberi semangat bagi pelaku pariwisata untuk bangkit.

Hal ini tentunya mampu memberi kepercayaan dunia international terhadap kesiapan Bali membuka pintu untuk internasional lebih kuat. “Kami berharap acara ini (kunjungan Presiden Jokowi) dapat membangkitkan semangat para pelaku wisata di Bali untuk terus mendorong segera kembali dibukanya pintu masuk untuk wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Di samping program vaksinasi yang telah dilakukan serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan juga ditambah, Gede Karilo mengatakan, pihaknya berharap program soft loan untuk sektor pariwisata juga bisa direalisasikan. Hal ini mengingat perlunya ada bantuan untuk biaya operasional dan juga perawatan tempat usaha yang sudah setahun tidak mendapatkan pemasukan. “Semoga upaya kita dalam mempersiapkan dibukanya pintu untuk wisatawan internasional dan domestik segera menemui titik terang dengan melandainya angka terkonfirmasi virus Covid-19 ini,”  terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, dalam kunjungan kerja Presiden Jokowi lalu tersirat adanya sinyal akan dibukanya pariwisata mancanegara Juni atau Juli mendatang dengan syarat kasus Covid-19 harus melandai. Dari sisi Pemerintah Daerah sendiri, kata Astawa, sudah melakukan berbagai perisapan untuk dibukanya kembali pariwisata mancanegara. Mulai dari pelaksanaan sertifikasi CHSE untuk akomodasi dan objek wisata hingga vaksinasi yang terus digencarkan. Pihaknya juga menunggu arahan pusat terkait apa yang harus dilakukan lagi ke depan.

Astawa juga mengatakan, kedatangan Presiden Jokowi ke Bali turut memberikan semangat bagi masyarakat terlebih pelaku parisisata di Bali. “Kedatangan Beliau memang memberi support untuk Bali. Ke depannya kami juga terus berharap kerja sama dari semua kalangan termasuk masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan dan bersama-sama menekan laju penyebaran Covid-19,” terangnya. *wid

BAGIKAN