Kualitas Layanan Rumah Sakit harus terus Ditingkatkan

Pelayanan yang baik merupakan salah satu obat penawar sakit yang paling mujarab bagi seorang pasien

Bangli (bisnisbali.com) – Wakil Bupati (Wabup) Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, meminta rumah sakit yang ada di Kabupaten Bangli bisa terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

Menurutnya, pelayanan yang baik harus menjadi komitmen bersama, agar pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik dan derajat kesehatan masyarakat Bangli bisa terus meningkat. Hal ini disampaikan Wabup Sedana Arta, saat menerima tim surveior akreditasi survei Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1, di Rumah Sakit Bangli Medika Canti (RS BMC).
Lebih lanjut, Wabup Sedana Arta, menekankan, seluruh staf dan tenaga medis di rumah sakit, baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Bangli, harus berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan salah satu obat penawar sakit yang paling mujarab bagi seorang pasien. “Bila pasien yang dilayani lebih tua, layani mereka seperti orang tua kita. Jika lebih muda, anggap mereka anak atau adik kandung. Seandainya sebaya, layani mereka seperti kerabat yang paling dekat dengan kita,“ terangnya.
Wabup Sedana Arta, juga mengatakan, saat ini masyarakat makin sadar untuk memilih layanan kesehatan yang baik. Masyarakat juga tidak sungkan lagi untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kegunaan dan efek samping obat yang diresepkan. Bila ada pelayanan yang kurang memuaskan, masyarakat juga tidak takut lagi menegur staf medis bersangkutan maupun mengeluarkan unek-unek melalui kotak saran atau mempublikasikan di media massa maupun media sosial.

“Singkatnya, masyarakat mau pelayanan terbaik untuk diri mereka. Jadi semua harus terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,“ pintanya.
Melihat tingginya harapan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik, Wabup asal Desa Sulahan, Susut, ini mengaku sangat menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan program akreditasi yang diikuti oleh RS BMC sebagai standarisasi pelayanan kesehatan. Menurutnya, dengan mengikuti akreditasi, RS BMC bisa meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. “Saya minta RS BMC bisa terus belajar dan berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan kualitas pelayanan yang baik, kita berharap derajat kesehatan masyarakat Bangli bisa terus meningkat,“ harapnya.
Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta juga berpesan kepada manajemen, staf dan tenaga medis di RS BMC, agar survei akreditasi ini tidak dijadikan beban karena harus bekerja sesuai dengan standar-standar akreditasi. “Saya berpesan agar survei akreditasi ini tidak menjadi beban, tetapi menjadi motivasi untuk peningkatan kualitas pelayanan dan bisa diimplementasikan dalam jangka panjang, bukan hanya pada saat survei akreditasi,“ pintanya,

Sementara itu ketua tim surveior akreditasi survei  SNARS edisi 1 di RS BMC, dr. Budiharto, Sp.B.,  mengatakan, survei akreditasi hari ini merupakan salah satu amanah dari Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit, yang salah satu pasalnya meyebutkan, bahwa tiap tiga tahun rumah sakit harus dilakukan akreditasi. Menurutnya, survei akreditasi di RS BMC akan dilaksanakan selama tiga hari. Sedangkan tujuan dilaksanakan survei  ini adalah untuk memotret persiapan atau kelengkapan dari rumah sakit, terutama regulasi dan dokumen-dukumen bukti dan implementasi dari SNARS 1.
Menurutnya, SNARS 1 yang diterapkan di RS BMC adalah 15 bab, minus pendidikan. Ia menjelaskan, dari 15 bab yang akan diperiksa, kalau dihitung elemennya mencapai 1.100 lebih elemen penilaian. “Kalau semua dokumen dari 15 bab ini sudah lengkap, tentu penilaian akan lebih cepat dan lancar,“ pungkasnya.
Survei akreditasi yang dipusatkan di ruang Krisna RS BMC juga dihadiri oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Bangli, dr. Nengah Nadi, Direktur RS BMC Bangli, dr.  Wayan  Rinartha, M.M., Direktur PT BMC, Sang Ayu Nyoman Sariasih, perwakilan RSUD Bangli, dr. Arsana, dan undangan terkait lainnya.* ita

BAGIKAN