Kualitas Kuliner Tingkatkan Nilai Jual PKL

Pedagang Kaki Lima (PKL) memiliki peluang untuk meningkatkan nilai jual produknya dengan memperbaiki kualitas rasa, kehigienisan dan kebersihan dapur terlebih untuk pangsa pasar wisatawan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Pedagang Kaki Lima (PKL) memiliki peluang untuk meningkatkan nilai jual produknya dengan memperbaiki kualitas rasa, kehigienisan dan kebersihan dapur terlebih untuk pangsa pasar wisatawan. Hal ini menjadi yang utama ditekankan pada para PKL di Kawasan Heritage Gajah Mada yang kedepannya akan dilakukan penataan untuk menarik kunjungan wisatawan dengan tidak mengubah keaslian budaya setempat.

Ketua Indonesian Chef Association (ICA) BPD Bali, I Gede Putu Indra Mahena, yang ditunjuk sebagai salah satu pembina PKL di kawasa Gajah Mada, belum lama ini mengatakan, untuk mampu bersaing pada pasar wisatawan terlebih mancanegara, kualitas produk kuliner dari PKL menjadi hal yang harus diperhatikan. Mulai dari kualitas rasa, kehigienisan hingga kebersihan dapur. “Termasuk pula pengemasan  atau penyajian produk juga mejadi hal yang sangat perlu untuk diperhatikan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkadang para PKL hanya memperhatikan kebersihan di bagian depan. Padahal kebersihan dapur juga menjadi hal yang harus diperhatikan. Untuk itu, pihaknya juga menekankan terhadap kebersihan dapur dalam pelatihan yang diberikan. “Dengan kualitas rasa yang baik, kehigienisan terjaga dan penyajian yang menarik, presentasi tamu (wisatawan) bukan lagi pedagang kaki lima, tapi sudah menyerupai restoran dan mereka pun akan tertarik untuk datang,” ujarnya.

Demikian dikatakannya, pembinaan terhadap PKL sudah pernah dilakukan. Salah satunya terhadap PKL di kawasan ITDC Nusa Dua yag dilatihnya kurang lebih selama 3 bulan. Adanya perbaikian terhadap kualitas produk kuliner dari PKL, dikatakannya, sudah terbukti mampu meningkatkan nilai jual. “Kami sudah survei tamu-tamu sudah tidak enggan lagi untuk makan di tempat PKL,”  imbuhnya. *wid

BAGIKAN