KSP Ema Duta Mandiri Gelar RAT Secara Virtual

KOPERASI Simpan Pinjam (KSP) Ema Duta Mandiri menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-21 Tahun Buku 2020 secara virtual melalui zoom meeting pada Sabtu (23/1).

RAT- Pelaksanaan RAT KSP Ema Duta Mandiri digelar secara virtual, Sabtu (23/1).

KOPERASI Simpan Pinjam (KSP) Ema Duta Mandiri menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-21 Tahun Buku 2020 secara virtual melalui zoom meeting pada Sabtu (23/1). RAT yang dilaksanakan dari Gedung KSP Ema Duta Mandiri, Denpasar, ini memberikan laporan pertanggungjawaban kepada anggota serta memparipurnakan rancangan program kerja tahun 2021.

Hadir secara virtual dalam RAT tersebut, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan UKM Porvinsi Bali I Wayan Mardiana, Kadis Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena, perwakilan Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Bali, perwakilan LPDB KUMKM Jakarta serta para anggota.

Ketua Pengurus KSP Ema Duta Mandiri, I Wayan Murja, S.E., M.M. dalam kesempatan tersebut mengatakan, pelaksanaan RAT secara virtual ini merupakan yang pertama kali dilakukan mengingat adanya instruksi dari pemerintah untuk menggelar kegiatan dengan pembatasan.

Saat diwawancarai pada sela-sela acara RAT Virtual, Wayan Murja menyatakan secara umum perkembangan KSP Ema Duta Mandiri khususnya pada tahun 2020 tidak terlepas dari dampak yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19. Pihaknya mengakui adanya penurunan seluruh komponen keuangan. “Penurunan yang dimaksud dalam arti tidak tercapainya rencana kerja serta beberapa item ada yang mengalami penurunan posisi dari tahun sebelumnya (2019),” ujarnya.

Menurutnya, dari sekian item yang ada, jumlah aset dan penyaluran kredit mengalami peningkatan dibandingkan  tahun sebelumnya (2019). Aset naik sekitar 1,3 persen dan kredit naik sekitar 6 persen. Kenaikan jumlah kredit yang disalurkan dikarenakan adanya pemberian program pinjaman dari LPDB KUMKM sebesar Rp 5 miliar yang telah disalurkan kepada anggota.

Item lainnya mengalami penurunan, seperti dana pihak ketiga (DPK) terutama tabungan. Sementara tabungan berjangka mengalami sedikit pertumbuhan dibandingkan tahun 2019 meski belum mampu mengcover dana keseluruhan. Hal ini dikarenakan besarnya penurunan tabungan. “Ini yang tidak bisa diantisipasi. Di satu sisi pemberian pinjaman harus diberikan relaksasi, di sisi lain dari dana kita tidak bisa mendapatkan relaksasi dari pemilik dana,” ungkapnya.

Hal ini pula yang memengaruhi SHU tahun 2020 terkontraksi cukup tinggi yaitu sekitar 63 persen. SHU tahun 2019 Rp2,6 miliar, sedangkan SHU yang berhasil dikumpulkan tahun 2019 hanya Rp 960 juta. Meski demikian, pihaknya mengaku telah melakukan upaya maksimal untuk mampu bertahan.

 Berbagai upaya dilakukan untuk menyikapi situasi saat ini di antaranya memanfaatkan dana stimulus dari pemerintah, mengajukan stimulus berupa subsidi bunga yang dapat disalurkan ke anggota, mengajukan program BPUM untuk anggota yang memiliki usaha poduktif serta menghemat pengeluaran yang tidak perlu seperti penyelenggaraan tirta yatra dan perayaan HUT. Di samping itu, KSP EDM melakukan penundaan pembangunan gedung baru.

“Kami bersyukur dalam situasi seperti ini, kepercyaan dari anggota masih tetap tumbuh. Ini terbukti dari masih terkendalinya dana dan modal. Semoga tahun 2021 pandemi bisa dikendalikan, sehingga kami bisa menata kami usaha KSP Ema Duta Mandiri,” jelas Wayan Murja.

Kadis Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengungkapkan, KSP Ema Duta Mandiri menjadi koperasi berprestasi tingkat nasional dan dapat menjadi teladan bagi koperasi lainnya. Dalam menghadapi lesunya perekonomian saat ini, anggota diharapkan berpartisipasi aktif. “Melalui forum ini, anggota dapat memberikan usul dan saran untuk program kerja tahun 2021,” sebutnya sembari mengatakan mengapreasiasi diselenggarakannya RAT oleh KSP Ema Duta Mandiri secara virtual. *adv

BAGIKAN