Kredit UMKM Makin Dipermudah

Demi keberlangsungan usaha di tengah pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kini semakin mudah mendapatkan pinjaman dana.

Denpasar (bisnisbali.com) –Demi keberlangsungan usaha di tengah pandemi Covid-19, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kini semakin mudah mendapatkan pinjaman dana. Sebab, perbankan memberikan berbagai kebijakan termasuk kredit tanpa agunan. Kemudahan ini diberikan agar UMKM bisa segera bangkit sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rully Setiawan, Rabu (4/11) kemarin, mengatakan, bank terus merealisasikan komitmen dalam mendukung keberlangsungan usaha para pelaku UMKM di masa pandemi Covid-19. “Untuk itu, bank telah menerapkan serangkaian kebijakan yang diharapkan mampu membantu UMKM sebagai salah satu pilar ekonomi nasional bisa selamat dari kondisi yang tidak kondusif saat ini,” katanya.

Kemudahan yang ditawarkan misalnya pada kebijakan penyaluran kredit produktif dalam kerangka pemulihan ekonomi nasional. Guna mendukung sektor UMKM, bank telah memproses semua aplikasi pemohonan kredit produktif yang diajukan oleh pelaku UMKM terdampak Covid-19, baik nasabah eksisting maupun nasabah baru, sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah maupun ketentuan internal.

Data per akhir Oktober 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit produktif dalam program PEN sebesar Rp 27 triliun kepada lebih dari 180 ribu debitur UMKM. “Dalam prosesnya, penyaluran kredit produktif ini kami lakukan dengan cepat secara digital agar kredit produktif ini bisa segera dimanfaatkan pelaku UMKM untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujarnya.

Selanjutnya, untuk menjangkau lebih banyak pelaku UMKM yang terdampak Covid-19,  bank juga menerapkan strategi penyaluran lain selain digitalisasi proses permohonan kredit. Salah satunya adalah diversifikasi produk pembiayaan agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan pelaku UMKM, seperti melalui pinjaman tanpa agunan, ataupun penyediaan pinjaman talangan.

Bahkan, kini bank BUMN ini telah menjalin kerja sama dengan platform digital untuk memperluas akses UMKM terdampak pandemi covid-19. Beberapa platform yang telah bekerjasama antara lain Bukalapak, Tokopedia dan Shopee, serta beberapa tekfin P2P seperti Amartha, Crowde, Investree, Akseleran dan Koinworks.

Strategi lainnya adalah melakukan integrasi layanan agar pelaku UMKM bisa menikmati pelayanan perbankan secara komprehensif. Misalnya melalui Mandiri UKM Center. Caranya, dengan menjadikan area dan kantor cabang tertentu sebagai SME Solution Center di klaster atau kawasan yang potensial.

Selain penyaluran kredit produktif, bank juga menerapkan kebijakan khusus berupa penundaan pembayaran angsuran pinjaman bagi pelaku UMKM yang terdampak pandemi virus Corona, sesuai POJK No.11/POJK.03/2020 tahun 2020 mengenai Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona. Hasilnya, hingga akhir Oktober 2020, Bank Mandiri telah menyetujui restrukturisasi lebih dari 330 ribu debitur UMKM dengan nilai portofolio sebesar lebih dari Rp 33 triliun.*dik

BAGIKAN