Kredit LPD Naik 0,20 Persen di Tengah Pandemi Covid-19

Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Provinsi Bali mencatat, permintaan kredit LPD se-Bali tumbuh 0,20 persen di masa pandemi Covid-19 ini.

Denpasar (bisnisbali.com) –Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD Provinsi Bali mencatat, permintaan kredit LPD se-Bali tumbuh 0,20 persen di masa pandemi Covid-19 ini. Sementara dana pihak ketiga (DPK) masih dalam kondisi stabil.

Kepala LP-LPD Provinsi Bali I Nengah Karma Yasa, saat ditemui belum lama ini mengatakan, hingga April 2020 jumlah kredit yang tercatat mencapai Rp16,05 triliun. Jika dibandingkan pada akhir 2019, tercatat kredit yang tersalurkan hanya mencapai Rp15,8 triliun. Sementara untuk DPK hingga April 2020 tetap Rp 20,4 triliun.

Dari sisi aset, Nengah Karma mengatakan ada penurunan sebesar 0,41 persen dari Desember 2019. Akhir 2019 tercatat jumlah aset mencapai Rp 24,3 triliun. “Beberapa pos seperti rata-rata laba memang mengalami penurunan dibanding tahun lalu (2019) dan penurunan juga pada pos Antar Bank Aktiva (ABA),” ujarnya.

Meski demikian, Nengah Karma mengatakan, LPD hingga saat ini masih tetap mampu bertahan. Terlebih di masa pandemi. Pihaknya mengimbau LPD untuk menjaga likuiditasnya. Hal ini untuk mengantisipasi penarikan tabungan ataupun deposito oleh masyarakat. Termasuk dalam pengelolaan kredit, juga diharapkan ada kebijakan relaksasi ataupun restrukturisasi bagi nasabah dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.

Disinggung soal pendampingan yang dilakukan oleh LP-LPD dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, Nengah Karma mengatakan telah dimaksimalkan melalui saluran komunikasi. “Namun kalau bersifat penting dan mendesak, staf LP-LPD di wilayah kabupaten/kota juga melakukan kunjungan ke LPD,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN