KPR Bersubsidi oleh LPD, Wujudkan Impian Miliki Rumah dengan Mudah 

Lembaga perkreditan desa (LPD) sebagai lembaga keuangan di desa yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat, tentu diharapkan mampu mewujudka  masyarakat yang sejahtera lewat berbagai produk  baik tabungan dan kreditnya.

Lembaga perkreditan desa (LPD) sebagai lembaga keuangan di desa yang menjadi salah satu tumpuan ekonomi masyarakat, tentu diharapkan mampu mewujudka  masyarakat yang sejahtera lewat berbagai produk  baik tabungan dan kreditnya.  Program apa yang sangat diharapkan?

DENGAN menghadirkan produk-produk inovatif LPD dipercaya mampu meng-cover semua krama desa baik dari ekonomi menengah atas hingga bawah sekalipun. Dengan pelayanan terbaik yang dapat diberikan LPD kepada krama, diharapkan menjadi angin segar terhadap kemajuan dan pertumbuhan ekonomi desa setempat. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG belum lama ini.

Pihaknya menjelaskan, pelayanan terbaik dimaksud adalah bagaimana peran LPD untuk menjalankan fungsi pendampingan kepada masyarakat desa yang memiliki usaha agar usahanya dapat berkembang pesat.

Diketahui sejauh ini, produk-produk baik tabungan dan kredit yang ditawarkan setiap LPD kepada krama dipandang sukses menggairahkan perekonomian masyarakat. Seperti halnya produk kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi yang kini mulai dirangkul LPD, khusus untuk warga masyarakat (krama) yang tidak bisa ter-cover perbankan karena adanya beberapa persyaratan yang tidak bisa terpenuhi.

Salah satu LPD di Kabupaten Buleleng yang memiliki produk KPR bersubsidi yakni LPD Desa Adat Bondalem, Kecamatan Tejakula Buleleng,  ini justru menjadi best seller di Desa Bondalem karena dipandang lebih merakyat.

KPR bersubsisdi ini dalam penyalurannya memberikan plafon maksimal Rp100 juta dengan jangka waktu 10 tahun. Dengan bunga yang bersaing 1,2 persen, secara tidak langsung sudah mampu mewujudkan impian krama yang ingin memiliki rumah. “Kami memang mem-back-up pembiayaan masyarakat yang ingin mencari KPR bersubsidi yang tidak terpenuhi pesyaratannya di bank, dengan syarat-syarat tentu lebih mudah,” jelas Nyoman Sarjana, S.E., Kepala LPD Desa Adat Bondalem belum lama ini.

Sarjana menambahkan, peminat kredit KPR terbilang tinggi. Karenanya diharapkan ke depan, produk kredit KPR ini mampu menjadikan masyarakat lebih sejahtera. Kendati demikian, pihaknya menjelaskan penyaluran KPR bersubsidi ini selalu mengedepankan prinsip ke hati-hatian, tidak jauh berbeda dengan lembaga keuangan pemerintah dan swasta, meski hukum dalam hal ini yang diberlakukan adalah dari desa adat atau yang disebut awig-awig, namun LPD juga memiliki standar kebijakan di dalam menyalurkan kredit dalam jumlah besar. *ira

BAGIKAN