Koperasi di Tabanan Serap Produksi Tuak Petani

Proses pengolahan atau destilasi tuak jaka asli Desa Belimbing

Tabanan (Bisnis Bali) –
Membantu pemasaran produk pertanian sejalan dengan instruksi Pergub Bali Nomor 01 Tahun 2020 tentang tata kelola minum fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, kini sejumlah koperasi di Kabupaten Tabanan mulai melirik dengan menyerap tuak produksi petani. Oleh koperasi tersebut, bahan baku arak ini diolah menjadi arak untuk kemudian dipasarkan kembali ke kalangan pabrikan.
Ketua Badan Pengawas Koperasi, Karya Sajeng Bali, I Ketut Loka Antara, Jumat (1/1) kemarin,  mengungkapkan program ini guna meningkatkan ekonomi masyarakat desa, khususnya Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan yang merupakan sentra penghasil tuak enau (jaka). Hasil petani tersebut diserap untuk kemudian diolah menjadi minuman dalam bentuk arak konsumsi, arak tabuh, arak brem dan tuak manis.
“Kami serap produksi tuak jaka petani ini, sehingga petani tidak hanya memiliki pendapatan sebagai perajin gula aren, tapi juga mempunyai pendapatan lain sebagai penghasil bahan baku arak yang dikemas sesuai standar produksi, sehingga memberi nilai lebih bagi pendapatan keluarga,” tuturnya.
Loka Antara yang juga Ketua Kadin Kabupaten Tabanan menjelaskan,  upaya ini sekaligus merupakan implementasi dari program Kadin Bali dalam menggeliatkan ekonomi pedesaan di tengah pandemi Covid-19, sehingga petani di desa memiliki nilai tambah dari produksi yang dihasilkan sebelumnya. Sejak dimulai pada akhir bulan lalu, produksi tuak di tingkat petani di Desa Belimbing telah diserap 150-200 liter per hari.
Bahan baku arak tersebut kemudian diolah fermentasi, baru dilanjutkan ke penyulingan atau distilasi. Rencananya, dari proses pengolahan setelah mencapai minimal 400 liter baru akan dikirim ke pihak pabrikan untuk diproses lebih lanjut termasuk pengemasan. “Kami sudah MoU dengan salah satu pabrik bernama Nikisake. Kami sebagai penyedia bahan bakunya, sedangkan Nikisake yang akan mengemas lanjut proses izin edar dan label BPOM serta masuk Bea Cukai,” jelasnya.
Koperasi Karya Sajeng Bali berdiri bulan lalu dan sudah dilengkapi legalitas izin dalam pengadaan bahan baku arak Bali. Oleh karena baru berdiri, koperasi ini masih fokus untuk menyerap sekaligus mengolah hasil pertanian di Tabanan khususnya tuak jaka yang dihasilkan petani asal Desa Belimbing.
Menurut Loka Antara, pengembangan usaha akan terus dilakukan bekerja sama dengan seluruh BUMDes yang ada di Tabanan. Tidak hanya menyerap dalam bentuk tuak enau, tapi juga hasil pertanian lainnya seiring potensi Tabanan sebagai sentra pertanian. Terkait hal itu, pihaknya  masih mendata wilayah mana saja yang berpotensi. *man

BAGIKAN