Konsen di Bidang Pertanahan dan Investasi, Prodi MIH PPS Unwar Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru

Program Studi Magister Ilmu Hukum (Prodi MIH) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPS Unwar) yang berdiri sejak 2012 lalu memiliki keunggulan yang membuatnya mampu bersaing.

Denpasar (bisnisbali.com)-Program Studi Magister Ilmu Hukum (Prodi MIH) Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (PPS Unwar) yang berdiri sejak 2012 lalu memiliki keunggulan yang membuatnya mampu bersaing. Kaprodi MIH Program Pascasarjana Unwar Dr. Simon Nahak, SH., MH., di sela-sela sosialisasi Visi, misi, tujuan dan strategi PPS Unwar di kampus setempat, mengatakan, MIH PPS Unwar konsen pada bidang Pertanahan dan Investasi yang merupakan penjabaran dari  Pola Ilmiah Pokok Unwar berbasis Ekowisata.

Simon Nahak mengklaim, MIH Unwar merupakan satu-satunya Prodi MIH se-Indonesia yang memiliki konsentrasi hukum pertanahan dan investasi. Keunikan tersebut, kata dia, membuat MIH Unwar selalu diminati oleh masyarakat. “Banyak persaingan justru bagus, tidak stagnan jadinya. Persaingan itu memunculkan banyak strategi, dan keunggulan kami sudah jelas,” terang Simon Nahak.

Persoalan tanah, lanjut praktisi hukum asal NTT ini, sangat kompleks, apalagi di Bali yang notabene hukum adatnya sangat kuat. Hal ini menyebabkan potensi sengketa tanah seperti penyerobotan, sertifikat ganda serta penyelahgunaan hak orang lain sangat besar. Untuk itu, pihaknya siap mencetak sumber daya manusia (SDM) yang mampu menyelesaikan sengketa tersebut di jalur hukum untuk memenuhi rasa keadilan pihak bersengketa.

Selanjutnya, potensi konflik pada sektor investasi juga tidak kalah besar. “Tanah dan investasi ini tidak bisa dipisahkan. Investasi pasti dilakukan di atas tanah. Jadi kami betul-betul serius mendidik mahasiswa untuk menguasai kedua bidang tersebut,” tandas Simon Nahak.

Sejak berdiri 2012 lalu, dia mengaku telah meluluskan lebih dari seribu alumnus yang berlatar belakang anggota Polri, Badan Pertanahan, Advokat, Jaksa, pegawai pemerintah, dan para praktisi hukum lainnya. Secara tidak langsung, Simon mengatakan, alumnusnya turut serta menyukseskan pembangunan di negeri ini, karena tersebar di seluruh daerah di Tanah Air.

Untuk tahun ajaran baru 2020/2021, pihaknya telah membuka pendaftaran. Biasanya kuota 100 mahasiswa baru selalu terpenuhi tiap tahun ajaran. Para mahasiswa akan dimanjakan dengan segala fasilitas penunjang belajar yang memadai dengan biaya yang terjangkau. “Tiap tahun kami menerima kurang dari 100 orang mahasiswa baru, kadang sampai 150 orang, menyesuaikan dengan rasio yang ada,” tukas Simon Nahak.

Dikatakan MIH Unwar tidak takut menapaki persaingan dengan perguruan tinggi  ( PT) lainnya. Mengingat MIH Unwar memiliki banyak keunggulan atau ciri khas yang tidak dimiliki PT lain. Salah satu keunggulan yang paling menonjol, seluruh pengajarnya bergelar doktor, bahkan empat diantaranya profesor (guru besar). *adv

BAGIKAN