Kongres Praktisi Berkelanjutan Dihadiri 200 Peserta

Sebanyak 200 peserta dari dalam dan luar negeri menghadiri Konferensi Praktisi Keberlanjutan (Sustainability Practitioner Conference) Tahun ke-4 di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/11) yang diselenggarakan Nasional Center For Sustainability Reporting (NCSR).

BERKELANJUTAN - Menteri Ristek/Kepala BRIN, Prof Bambang Brodjonegoro saat acara Konferensi Praktisi Keberlanjutan (Sustainability Practitioner Conference) Tahun ke 4 yang digelar NCSR di Nuda Dua, Sabtu (23/11) lalu  

Mangupura (bisnisbali.com) –Sebanyak 200 peserta dari dalam dan luar negeri menghadiri Konferensi Praktisi Keberlanjutan (Sustainability Practitioner Conference) Tahun ke-4 di Hotel The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/11) yang diselenggarakan Nasional Center For Sustainability Reporting (NCSR). Menteri Ristek/Kepala BRIN, Prof Bambang Brodjonegoro juga memberikan keynote speech acara itu.

Ketua NCSR, Ali Darwin mengatakan, penyelenggaraan konferensi yang berkolaborasi dengan lkatan Praktisi Keberlanjutan Bersertifikat (IPKB) ini, diawali dengan penyerahan Trophy Asia Sustainability Reporting Rating 2019 kepada perusahaan-perusahaan terbaik, yang telah berhasil mengkomunikasikan kinerja keberlanjutan kepada pemangku kepentingan melalui laporan keberlanjutan.

”Paling tidak ada tiga sinyal yang dapat ditangkap dari Iaporan keberlanjutan, pertama kinerja triple bottom line (ekonomi lingkungan dan sosial) perusahaan. Kedua dampak lingkungan dan sosial dari aktivitas perusahaan dan ketiga pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goa/s/SDGs),” kata Ali Darwin.

lni adalah penghargaan tahun ke-15 yang dilakukan oleh NCSR. Sampai dengan tahun 2017 kita menyebutnya sebagai Sustainability Reporting Awards, kata Prof. Eko Ganis Ph.D Ketua IPKB, Tetapi sejak tahun 2018 kita mengubah sistemnya dari Award menjadi Rating, lanjut Eko.

Menurut Ali Darwin, sejak tahun lalu, sistem tersebut dirubah menjadi Pemeringkatan (Rating). Pesertanya bukan saja dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lainnya di Asia, maka brand name yang kita pakai adalah ”Asia Sustainability Reporting Rating”, disingkat ASRRAT, katanya. ”lni merupakan satu-satunya sistem pemeringkatan Iaporan keberlanjutan yang ada saat ini,” tambah Ali.

Hasil pemeringkatan dalam ASRRAT terdiri dari 4 peringkat : yaitu Platinum (paling tinggi), Gold, Silver dan Bronze (paling rendah). Tahun ini, proses penilaian Iaporan dilakukan oleh 50 assessor, yang merupakan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Mereka semuanya memiliki kompetensi sebagai assessor karena telah memiliki sertifikat spesialis Iaporan keberlanjutan yang dikeluarkan oleh NCSR.

Peserta ASRRAT tahun ini berjumlah 5O perusahaan terdiri dari Indonesia 41 organisasi/perusahaan, Bangladesh 2 perusahaan, Malaysia 3 perusahaan, Singapore 2 perusahaan dan Filipina 2 perusahaan.

Diharapkan dengan sistem pemeringkatan ini, nantinva akan semakin banyak perusahaan yang tertarik untuk mengikuti ASRRAT, apalagi jika hasil Rating ini dapat digunakan oleh instansi lain seperti Kementerian dalam menilai sampai sejauh mana risiko lingkungan dan risiko sosial suatu perusahaan harus diperhitungkan dalam pemberian kredit. *rah

BAGIKAN