Kolaborasi Bisnis di Tengah Pandemi

DI tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat merasa tertekan dan terbatasi langkahnya dalam melakukan sesuatu.

KOLABORASI - Ni Luh Sri Widya Kerti (kiri) dan Lianty berkolaborasi membuka usaha di tengah pandemi.

DI tengah pandemi Covid-19, banyak masyarakat merasa tertekan dan terbatasi langkahnya dalam melakukan sesuatu. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Ni Luh Sri Widya Kerti, Owner Finenanas dan Owner Juara kopi yang beralamat di Jalan Tukad Barito No. 14D Denpasar.

Menurut Sri Widya Kerti, Finenanas sangat terdampak pandemi, terlihat dari penurunan drastis omzet. Namun, hal itu tidak membuatnya patah semangat. Pihaknya selalu berupaya mencari celah dan peluang untuk bangkit.

“Saya selalu optimis untuk selalu maju terus ke depan. Tidak boleh diam saja dengan keadaan ini. Kalau kita diam hanya menerima keadaan ini maka kita akan jauh tertinggal di belakang, sebab sudah banyak orang-orang yang akan lebih kreatif untuk menciptakan peluang baru di tengah pandemi. Oleh sebab itu, saya ketemu dengan teman sehobi yang mempunyai pandangan yang sama untuk terus maju meskipun di tengah pandemi ini,” ujarnya.

Untuk bertahan, pihaknya mencoba kolaborasi bisnis dengan rekan-rekannya, dengan konsep menyewa satu tempat, tapi ada dua bisnis di dalamnya yaitu bisnis Finenanas yang bergerak di bidang handycraft dan bisnis kopi yang bernama Juara Kopi. “Konsep join dengan Jawara Kopi itu adalah ketika para pengunjung sedang menikmati kopi saya bisa menawarkan produk dari Finenanas. Siapa tahu dari sekian banyak pengunjung yang datang ke Jawara Kopi ada pengunjung yang tertarik dengan produk-produk kami,” ucapnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, Finenanas berdiri sejak 4 tahun lalu. Pusatnya sejatinya di Canggu, Kuta Utara dengan target market warga negara asing. Tapi sejak pandemi, pihaknya terpaksa menutup sementara usaha di Canggu. “Kami stay dulu di sini sambil menunggu keadaan normal kembali,” tandasnya.

Di masa pandemi, Finenanas beralih market melalui media sosial (medsos). Medsos gencar digunakan untuk mempromosikan produk ke masyarakat.

Sementara itu, Owner Juara Kopi, Lianty mengatakan, sebenarnya rencara untuk membuka usaha ini sudah ada sejak lama sebelum pandemi melanda negeri ini. Juara Kopi hadir di tengah pandemi bukan berarti tidak ada rintangannya. “Kami tidak ingin menjadikan pandemi ini sebagai alasan tidak terus maju untuk membuka usaha. Kami tidak boleh berhenti harus terus jalan karena karyawan sudah ada jadi tidak ada alasan untuk berhenti di tengah jalan,” katanya.

Banyak pelajaran yang didapat dari pandemi ini. Misalnya, dia bisa lebih kreatif dan membuka celah-celah baru untuk bisa bertahan secara ekonomi. “Di samping itu, kita juga dapat ketemu dengan orang-orang baru yang nantinya bisa diajak kerja sama membangun sebuah bisnis atau jaringan ke depan,” jelasnya.

Segmen pasar Juara Kopi adalah anak muda zaman sekarang dan masih mengusung pasar lokal. Di Juara Kopi terdapat menu kopi durian yang menjadi menu unggulan. Selain kopi juga disediakan nasi bakar, juice dan kue.

Menurutnya, keuntungan yang diperoleh dari kolaborasi bisnis ini adalah mengajak teman-teman yang punya relasi untuk mengadakan meeting di tempat usaha mereka. Di samping bisa menikmati kopi dengan menu lainnya, pengunjung juga bisa melihat koleksi Finenanas yang dipajang di lantai dua. Sementara terkait protokol kesehatan (prokes), pihaknya tetap disiplin menjalankannya. *suk

BAGIKAN