Klaim AUTP di Tabanan Tembus Rp 1,5 Miliar

Ratusan hektar sentra produksi padi di Kabupaten Tabanan yang terdampak serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sudah diajukan untuk mendapatkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

PENGENDALIAN HAMA - Upaya pengendalian hama tikus yang dilakukan di Subak Bengkel, Kecamatan Kediri.

Tabanan (bisnisbali.com) – Ratusan hektar sentra produksi padi di Kabupaten Tabanan yang terdampak serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) sudah diajukan untuk mendapatkan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan mencatat, sepanjang tahun 2020 hingga saat ini sudah ada 943 orang petani yang mengajukan dengan besaran nilai klaim AUTP mencapai Rp 1.572.960.000.

Ratusan petani tersebut berasal dari 30 subak di Kabupaten Tabanan. Diantaranya, dari Subak Puakan mencapai 145 orang petani sekaligus menjadi subak yang paling besar terdampak serangan OPT. Disusul kemudian dengan Subak Lanyah Wanasara mencapai 75 petani, Subak Tengkudak 56 orang petani, dan Subak Anyar Surabrata serta Subak Gubug I Tempek Muncan masing-masing 55 orang petani.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan, I Gusti Putu Wiadnyana, Selasa (17/11), mengungkapkan, hingga saat ini serangan OPT masih menjadi ancaman untuk produksi pertanian padi. Serangan OPT tersebut beragam, meliputi hama penggerek batang, tikus, tungro, wereng coklat, kresek blast, dan trips. Namun, sebagian besar petani yang mengajukan klaim AUTP ini karena sawah mereka mengalami kerusakan akibat serangan tikus. “Serangan yang disebabkan oleh hama tikus ini menyumbang hingga 90 persen dari total 900 hektar lebih luasan sawah yang rusak selama tahun ini,” tuturnya.

Menurut Wiadnyana, saat ini total nilai klaim AUTP yang sudah dibayar oleh pihak asuransi (Jasindo) sudah mencapai Rp 705.360.000. Sedangkan untuk klaim yang masih dalam tahap proses oleh Jasindo mencapai Rp 827.100.000 dan untuk laporan klaim di aplikasi yang belum diproses mencapai Rp 40.500.000.

Untuk pengajuan klaim yang masih dalam tahap proses, kemungkinan akan bisa cair pada pertengahan Desember tahun ini. Besaran nominal yang didapat untuk klaim AUTP ini adalah mencapai Rp 6 juta per hektar.

Diberitakan sebelumnya, terkait upaya pengendalian khususnya hama tikus yang dominan menyerang luasan lahan pertanian padi di Tabanan, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan bersama petani setempat sudah melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) di masing-masing lahan yang terdampak. Upaya itu dilakukan mulai dengan cara niskala atau atur piuning di masing-masing subak, kemudian dengan pemasangan umpan bersama, sanitasi atau menjaga kebersihan lingkungan hingga upaya preventif dengan cara penggropyokan. *man

BAGIKAN