Kian Turun, Harga Ayam di Peternak

Harga ayam di peternak kembali melorot yang per Rabu (8/4)  sudah mencapai Rp9.000 per kilogram untuk berat di atas 2 kilogram per ekor dan Rp12.000 per kilogram untuk berat di bawah 2 kilogram per ekor.

Denpasar (bisnisbali.com) –Harga ayam di peternak kembali melorot yang per Rabu (8/4)  sudah mencapai Rp9.000 per kilogram untuk berat di atas 2 kilogram per ekor dan Rp12.000 per kilogram untuk berat di bawah 2 kilogram per ekor. Harga di pasaran masih Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sehingga harga murah tak dinikmati oleh masyarakat.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Broiler Bali, I Ketut Yahya Kurniadi saat ditemui di kediamannya di Buduk,  Badung Rabu (8/4)mengatakan, harga ayam terus turun serta serapan juga minim saat ini. Dengan harga ayam di peternak, seharusnya harga di pasar tidak sampai Rp30.000 per kilogram, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga murah dan serapannya pun bisa meningkat.

“Jika harga di peternak Rp12.000 bukan Rp9.000 saja, kita hitung kalkulasinya. Ayam sampai di pemotong tambah Rp4.000 kemudian dikali 1,4 menjadi Rp22.400. Selanjutnya kita hitung pengambilan untung pedagang Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram, sehingga seharusnya harga tidak lebih dari Rp30.000,” ungkapnya.

Kondisi ini, kata Yahya, tentu membuat para peternak merugi. Harga murah serta serapan minim yang hanya 40 persen. Dikatakannya, harga proses produksi (HPP) peternak saat ini yaitu Rp19.500 per kilogram.

Plt.Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Drh. Made Sukerni mengatakan, di pasaran harga daging sudah turun mencapai Rp30.000 per kilogram, dari biasanya Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Anjloknya harga dan minimnya serapan ayam terjadi secara nasional. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor terutama tidak operasionalnya sektor pariwisata di Bali.

Di samping itu, daya beli masyarakat saat ini dikatakannya juga menurun, yang membuat permintaan berkurang. Dengan demikian pihaknya menyarankan agar peternak saat ini mulai mengurangi isian kandangnya sementara ini. Selain itu, peternak juga disarankan untuk bekerja sama dengan pedagang online atau generasi milenial yang memiliki aplikasi penjualan dalam memasarkan produk, sehingga bisa lebih mudah sampai ke konsumen serta harga yang ditawarkan bisa lebih murah. *wid

BAGIKAN