Ketut Wiratjana, Daya Beli Masyarakat Turun

EFEK Covid-19 banyak negara di dunia termasuk Indonesia menghadapi masalah ekonomi.

EFEK Covid-19 banyak negara di dunia termasuk Indonesia menghadapi masalah ekonomi. Ketua DPD Perbarindo Bali, Ketut Wiratjana mengatakan insan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bali komitmen membantu UMKM di Bali guna menggeliatkan ekonomi di Bali.
Diungkapkannya, secara makro kondisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia dalam kondisi sulit saat pandemi Covid-19. Akibat virus ini, pendapatan masyarakat menurun. Ada beberpa faktor seperti dirumahkan, di-PHK atau pengurangan jadwal kerja akibat turunnya sektor pariwisata.
Direktur Utama BPR Indra Candra ini menjelaskan penurunan pendapatan ini menurunkan daya beli masyarakat.

Kondisi pandemi Covid-19 ini diharapkan tidak akan berlangsung lama sehingga perekonomian tidak terus mengalami penurunan.
Menurutnya, dalam tatanan era baru banyak masyarakat kembali menggeluti sektor UMKM. Sementara pemerintah juga berupaya membuka celah pasar untuk menggerakan UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Wiratjana mencontohkan gubernur Bali mendorong terselenggaranya pasar gotong royong. Pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk berjualan di pasar gotong royong.
Produk petani dan produk UMKM langsung dipasarkan di pasar gotong royong. Petani langsung menjual produknya ke pembeli. Insan perbankan khususnya BPR selalu memanfaatkan produk yang dipasarkan di pasar gotong royong.
Ia menilai dengan belanja produk UMKM dan produk petani akan menggeliatkan ekonomi. Lancarnya pemasaran produk UMKM ekonomi tentu akan semakin bergeliat.

Petani dan UMKM jika perlu kredit modal kerja tentu akan meminjam kredit di BPR.
Sebaliknya jika UMKM kelebihan dana tentu akan disimpan di BPR. “BPR dalam era baru tentu wajib harus tetap melakukan fungsi intermediasi,” tegasnya.  BPR diharapkan tetap mensupport permodalan UMKM. Ini termasuk BPR membina UMKM untuk tumbuh dan tetap bergerak dalam masa  Covid-19. ” BPR membangkitkan penggerak ekonomi Bali khususnya UMKM,” jelasnya.
Ketut Wiratjana menegaskan BPR tidak boleh diam. Melainkan terus bergerak melayani kebutuhan layanan keuangan masyarakat dan UMKM. BPR wajib berkontribusi membangkitkan UMKM sebagai penopang  ekonomi Bali. *kup

BAGIKAN