Ketut Dharma Siadja : Pengiriman Produk Ekspor Tersendat

PANDEMI Covid-19 juga berimbas pada tidak lancarnya pengiriman produk ekspor Bali ke negara pasar.

PANDEMI Covid-19 juga berimbas pada tidak lancarnya pengiriman produk ekspor Bali ke negara pasar. Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Bali Ketut Dharma Siadja mengatakan, kelangkaan kontainer dan pelayaran menyebabkan pengiriman hasil kerajinan Bali  menjadi tersendat ke negara pasar.

Diungkapkannya, dalam masa pandemi ini ekspor kerajinan Bali sudah mulai bergerak. Ini sesuai kebutuhan pasar di Eropa dan AS. ” Hanya, pengiriman produk ekspor kerajinan belum seperti dulu besarannya,” ucapnya.

Oleh karena  kelangkaan kontainer, banyak barang yang siap diekspor kemudian diundur keberangkatannya. Terkadang walau sudah dapat kontainer tapi jadwal pelayarannya yang tidak bisa dipastikan. Kondisi ini menyebabkan eksportir dari Bali mesti mengubah jadwal yang sudah disepakati dengan pihak pembeli di luar negeri.

Kelangkaan kontainer dan pelayaran juga menimbulkan biaya tambahan. Eksportir terkadang harus membayar ongkos parkir kontainer di pelabuhan sampai menunggu jadwal keberangkatan. Di pihak lain, pelayaran yang langka menyebabkan biaya menjadi naik secara signifikan. Kondisi ini menyebabkan pihak pembeli keberatan dengan kenaikan harga pelayaran tersebut. “Kondisi ini memengaruhi nilai barang kita di pasaran mereka,” ucap Dharma Siadja.

Asephi meminta agar pemerintah mencarikan solusinya agar barang-barang kerajinan Bali yang diproduksi oleh para UKM bisa dikirim dengan lancar sampai ke negara tujuan. Ini guna memenuhi jadwal-jadwal yang sudah di sepakati, tanpa harus menunda lagi kerena kelangkaan kontainer dan pelayaran. “Ekspor kerajinan Bali tentunya mendatangkan devisa bagi negara,” tambahnya. *kup

BAGIKAN