Ketua TP PKK Gianyar Kunjungi Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Taro

FASILITAS pengelolaan material sampah yang ada di Banjar Belong, Desa Taro, Tegallalang, yang diresmikan Bupati Gianyar Made Mahayastra awal Juni lalu kini telah menghasilkan pupuk organik untuk pertama kalinya.

PKK - Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengunjungi fasilitas pengelolaan material sampah yang ada di Banjar Belong, Desa Taro Tegallalang, Rabu (7/10).

FASILITAS pengelolaan material sampah yang ada di Banjar Belong, Desa Taro, Tegallalang, yang diresmikan Bupati Gianyar Made Mahayastra awal Juni lalu kini telah menghasilkan pupuk organik untuk pertama kalinya.

Pengelolaan material sampah  ini menampung 14 banjar yang ada di Desa Taro. Dengan mekanisme seminggu dua kali diangkut dengan satu mobil truk sampah. Hal ini dijelaskan Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, saat menerima kunjungan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, Ny. Surya Adnyani Mahayastra di fasilitas pengelolaan material sampah di Banjar Belong, Desa Taro, Tegallalang, Rabu (7/10).

Warka yang kala itu didampingi manajer fasilitas, Dedi Sutrisna menyampaikan, Desa Taro sampai saat ini mampu mengangkut dan menangani sampah di 14 banjar. Ini dengan mekanisme, hari Senin, Selasa dan Rabu diambil sampah nonorganik dan selanjutnya hari tersebut diambil sampah organik.

Untuk kedepannya agar lebih lancar, ia  berharap bisa menambah satu armada pengangkut. Untuk sosialisasi di masyarakat masih terhambat situasi pandemi Covid-19. Saat ini akan mulai dibuatkan pararemnya. Sementara untuk kelancaran operasional Warka berharap bantuan mesin pengayak, karena selama ini masih menggunakan pengayak secara manual.

Manajer Fasilitas Dedi Sutrisna menyampaikan ingin mengedukasi masyarakat agar mulai sadar akan lingkungan dengan motto  “Sampahmu adalah Tanggung jawabmu”. Jadi semua masyarakat ikut bertanggung jawab dengan sampah yang dihasilkannya.

Ditambahkannya, setelah sampah dikumpulkan di tempat pengelolaan sampah akan dipilah lagi kemudian selanjutnya akan diproses menjadi kompos. Kompos itu nantinya akan diolah, dicampur dengan kotoran hewan. Kebetulan Desa Taro memiliki lembu putih, kotoran lembu putih tersebut yang akan dicampurkan dengan kompos. “Karena tidak ada bahan kimia, pengolahan dari sampah hingga menjadi pupuk siap pakai, memerlukan waktu hampir 3 bulanan,” jelas Dedi Sutrisna.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra mengatakan, TP PKK Kabupaten Gianyar selalu  memotivasi apa yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Taro. Yang terpenting  bagaimana  pemerintah menggerakkan masyarakat khususnya ibu- ibu rumah tangga dalam menangani masalah sampah. Penyumbang sampah terbesar adalah dari rumah tangga. Yang terpenting juga bagaimana masyarakat memilah sampah dari rumah tangga.

Menurut Ny. Surya Adnyani, jika sampah sudah dipilah, maka ketika tiba di pengelolaan sampah sudah bisa diolah. Konsep yang diterapkan adalah sampah di desa selesai juga di desa, dan ketika sudah menjadi pupuk, ini akan diserahkan kembali pada masyarakat setempat sehingga tanah tetap subur dan mengurangi penggunaan pupuk kimia. Adnyani Mahayastra mengatakan ini konsep yang benar,  “konsepnya yang benar adalah kita tidak menggeser sampah namun sampah kita olah di desa dan hasilnya untuk desa setempat,” tegas Adnyani Mahayastra.

Pada kesempatan itu, dia juga mengunjungi kebun organik Desa Taro, yang terletak di Desa Taro Kaja, Desa Taro Tegallalang. Di kebun organik tersebut juga ditanam bibit bantuan Hatinya PKK.  Ny. Surya Adnyani Mahayastra juga melakukan panen sayur-sayuran seperti terong, cabai, kangkung dan pare. Sesuai namanya, kebun ini menggunakan pupuk organik secara keseluruhan.

Turut mendampingi pada kunjungan tersebut, Kepala Dinas DPMD Gianyar Dewa Ngakan Ngurah Adi, Plt.Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, Kepala Bank BPD Bali Cabang Gianyar I Ketut Bagus Ariana dan pengurus TP PKK Kabupaten Gianyar. *adv

BAGIKAN