Ketersediaan Beras di Tabanan Cukup hingga 10 Bulan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, TPID Kabupaten Tabanan melakukan monitoring (monev) ke gudang Dolog di Kediri, Tabanan untuk melakukan pengecekan beras sebagai antisipasi dampak virus corona.

MENGGANDENG Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan, TPID Kabupaten Tabanan melakukan monitoring (monev) ke gudang Dolog di Kediri, Tabanan untuk melakukan pengecekan beras sebagai antisipasi dampak virus corona.

Selain beras, monitoring juga dilakukan dengan menyasar sejumlah apotik, toko berjejaring hingga pasar tradisional guna mengecek ketersediaan sejumlah perlengkap kesehatan.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan yang sekaligus Sekertaris TPID Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana, usai menggelar monitoring mengungkapkan, monitoring ini dilakukan terkait upaya pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mencegah dan mengantisipasi dampak penyebaran virus corona. Hasil monitoring untuk kebutuhan bahan pangan, yakni beras dari hasil pengecekan di gudang dolog di Kediri, Tabanan tercatat terdapat 3.100 ton lebih stok saat ini.

“Artinya, jumlah tersebut mampu menjamin kebutuhan beras di Tabanan untuk sepuluh bulan ke depan. Saat ini, dolog menjual beras dikisaran Rp 8.100 per kg.,” tuturnya.

Jelas Ekayana, monitoring di Pasar Dauh Pala untuk bawang merah memang terdapat kenaikan harga dari sebelumnya menjadi Rp 26.000 per kg, hal sama juga terjadi pada bawah putih yang naik menjadi Rp 40.000 per kg, dan untuk cabai Bali naik menjadi Rp 40.000 per kg saat ini. Katanya, meski harganya naik, komoditi bumbu-bumbuan ini masih tersedia dipasaran atau tidak langka.

Sementara itu, paparnya untuk hasil monitoring perlengkapan kesehatan. Di antaranya, masker dan ketersediaan disinfektan atau bahan baku pembuatan. Semisal, bayclin, detol. Terangnya, ketersediaan masker berada dalam jumlah terbatas atau hanya tersedia di satu toko berjejaring, namun untuk masker ini masih dibanderol dengan harga normal berkisar Rp 9.500 per saset hingga Rp 12.500 per saset.

Sambungnya, ketersediaan bayclint, alcohol, detol, dan antiseptic yang digunakan untuk bahan pembuatan disinfektan dalam upaya pencegahan virus corona, hasil dari monitoring di sejumlah toko berjejaring dan apotik justru kosong saat ini. Hal sama juga untuk gula pasir yang stoknya dalam kondisi kosong saat ini. *man

BAGIKAN