Ketahanan Pangan Bali Aman, Cadangan Beras Hingga 5 Bulan ke Depan

Pimpinan Bulog Kantor Wilayah Bali Suhardi, Selasa (4/5) mengatakan, ketersediaan pangan di Bali khususnya sembako aman.

CADANGAN BERAS - Cadangan beras yang terdapat di Bulog Bali sekitar 5.500 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 4-5 bulan. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Pimpinan Bulog Kantor Wilayah Bali Suhardi, Selasa (4/5) mengatakan, ketersediaan pangan di Bali khususnya sembako aman. Hingga saat ini, belum ada gejolak harga dan kondisi di pasaran masih stabil.

Saat ditemui di ruangannya, Suhardi mengatakan, untuk cadangan beras di Bulog saat ini masih 5.500 ton. Jumlah ini masih cukup untuk memenuhi kebutuhan 4-5 bulan ke depan.  Ditambah  banyaknya perusahaan beras di Bali, dipastikan komoditi bahan pokok ini relatif aman.

Demikian pula untuk bahan pangan lainnya, seperti minyak dan gula juga dikatakannya cukup. Untuk minyak, Suhardi mengaku, Bulog memiliki cadangan 47.000 liter. Dia mengakui, untuk minyak ada sedikit gejolak harga di pasaran jelang Hari Raya Idul Fitri ini, namun Bulog tetap memberikan memberikan harga sesuai yang ditetapkan yaitu Rp13.000 hingga Rp14.000 per liter. “Termasuk gula ketersediaan masih mencukupi dan harga pun tidak bergejolak, masih Rp12.500 per kilogram. Hingga saat ini ketersediaan sembako dan lain-lain, aman,” ujarnya.

Untuk mengendalikan harga pasar, Bulog sudah menggelar pasar murah di beberapa titik lokasi yang tersebar di seluruh Bali. Pasar murah sudah dimulai sejak April lalu, dan hingga 7 Mei nanti ada 17 kali pasar murah yang dijadwalkan.

Kerentanan pangan di Bali tidak perlu dikhawatirkan, karena Bali sangat terbuka dan jangkauan dengan daerah lainnya sangat mudah. Seperti halnya Jawa Timur dan NTB aksesnya tidaklah sulit. “Selama dua daerah ini ketersediaannya aman, maka di Bali pun akan aman, karena kedua daerah ini membantu mensuplay kebutuhan pangan di Bali,” ungkapnya.

Di Bulog sendiri, kata Suhardi  saat ini bahan pangan yang disediakan yaitu beras beraneka ragam, minyak, gula pasir, terigu termasuk daging kerbau dan daging sapi. Sementara untuk bahan pangan lainnya, tergantung pada permintaan di masyarakat. *wid

BAGIKAN