Kesehatan, Ekonomi  dan Sosial Berubah, Masyarakat Mesti Disiplin Terapkan Prokes

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu membawa perubahan signifikan dalam hal kesehatan, ekonomi dan sosial masyarakat khususnya di Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata.

Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati

Denpasar (bisnisbali.com) –Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret lalu membawa perubahan signifikan dalam hal kesehatan, ekonomi dan sosial masyarakat khususnya di Bali yang bertumpu pada sektor pariwisata. Untuk mengembalikan perubahan tersebut, disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) menjadi satu-satunya upaya sebelum ditemukannya vaksin Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat membuka kegiatan pelatihan relawan penanganan Covid-19 yang digelar di Hotel Prime Plaza, Denpasar, Senin (9/10).

Dia menuturkan, tren kasus penularan lewat transmisi lokal yang meningkat memberi pengaruh terhadap perubahan perekonomian dan sosial masyarakat. Covid-19 telah membuat perekonomian di Bali terpuruk karena tergantung pada pariwisata. Bahkan, pada trimester kedua pertumbuhan ekonomi mencatat rekor terburuk yaitu -10,98 persen. “Selain banyak karyawan yang dirumahkan, permasalahan sosial juga timbul,” ujarnya.

Menurutnya, dari segi sosial masyarakat, terdapat pembatasan aktivitas di Bali untuk menghalau penyebaran Covid-19. “Masyarakat Bali terkenal komunal, tidak hanya dalam kehidupan masyarakat, namun juga beragama. Pembatasan ini tentu saja telah mengubah kehidupan sosial dan beragama di Bali,” terang Cok Ace.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Bali berpesan kepada para relawan agar mengikuti pelatihan dengan baik serta menularkan ilmu yang diperoleh kepada anggota keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Ia juga berharap para relawan bisa bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dari desa adat di masing-masing desa. *wid

BAGIKAN