Kerugian Bencana di Tabanan Ditaksir Rp 2 Miliar lebih

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menaksir kerugian yang diakibatkan bencana dari hujan lebat pada Sabtu (10/10) lalu, mencapai Rp 2. 450.300.000.

PENANGANAN BENCANA - Penanganan material akibat bencana air sungai meluap di Banjar Belong, Desa Belumbang.

Tabanan (bisnisbali.com) –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menaksir kerugian yang diakibatkan bencana dari hujan lebat pada Sabtu (10/10) lalu, mencapai Rp 2. 450.300.000. Kerugian tersebut bersumber dari pendataan 57 titik bencana dan kemungkinan akan mengalami penambahan seiring dengan proses pendataan dampak bencana yang masih berjalan saat ini.

Data BPBD Tabanan mencatat, 57 titik bencana tersebut. Kerusakan di antaranya berupa, jalan putus karena longsor terjadi Desa Serampingan yang menghubungkan dengan Desa Berembeng, wantilan ambruk terjadi Pantai Soka Desa Antap, Pelinggih Dukuh Kahyangan Dalem Banjar Bongan Puseh longsor atau hanyut di Desa Bongan, dan Jembatan Lembah Sanggulan putus di wilayah Sanggulan Kediri.

Kepala BPBD Tabanan, I Gusti Ngurah Sucita, Minggu (11/10) kemarin, mengungkapkan, saat ini taksiran kerugian ini masih dimungkikan akan bertambah lagi karena pendataan masih terus dilakukan dan juga menunggu laporan dari sejumlah wilayah. Namun saat ini, yang sudah tercatat atau terdata ada 57 titik bencana.

“Sebaran bencana tersebut terjadi menyebar di sembilan kecamatan, kecuali Kecamatan Baturiti yang hingga kini belum melaporkan terjadi bencana yang diakibatkan oleh hujan pada Sabtu lalu. Mudah-mudahan memang benar tidak ada,” tuturnya.

Menurut Sucita, tindak lanjut pemerintah adalah, dampak bencana yang sifatnya urgent atau segera harus ditangani akan diprioritaskan untuk dilakukan penanganan dengan memanfaatkan sisa anggaran yang ada tahun ini. *man

BAGIKAN