Kerja Sama dengan Gerakan Koperasi, Wujud Tumbuh Kembangkan UMKM di Bali

Dalam upaya ikut serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali di atas rata-rata yaitu 6,5 persen per tahun,

TEMU WIRASA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri temu Wirasa Koperasi se-Kabupaten Badung di Hotel Made Bali Jalan Raya Sempidi Mengwi, Kamis (28/11).

Mangupura (bisnisbali.com) –Dalam upaya ikut serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi Bali di atas rata-rata yaitu 6,5 persen per tahun, PT Jamkrida Bali Mandara (JBM) fokus untuk menumbuhkembangkan keberadaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) khususnya di Bali. Koperasi dalam hal ini gerakan koperasi dan UMKM menjadi salah satu bagian kerja sama yang dilakukan.

Hal tersebut terungkap pada acara temu wirasa koperasi se-Badung yang digelar di Hotel Made, Badung, Kamis (28/11). Dalam acara yang dihadiri hampir 300 orang pengurus koperasi ini, Direktur JBM Indra Satya Dharma Putra mengatakan, Jamkrida sebagai agent development ingin menumbuhkembangkan UMKM yang dalam hal ini menjadi satu kesatuan gerakan koperasi. “Kami bekerja sama dengan koperasi dalam upaya menumbuhkembangkan UMKM,” ujarnya, sembari mengatakan, pihaknya telah melakukan kerja sama dengan beberapa koperasi di Bali dalam hal penjaminan.

Saat ini, Jamkrida telah melakukan penjaminan sebesar Rp12 triliun dengan 60 persen ada di sektor produktif. “Jadi 60 persen itu adalah fokus kita untuk menumbuhkembangkan UMKM, sehingga harapan pemerintah yang menargetkan pertumbuhan perekonomian di Bali di atas 6,5 persen bisa terwujud,” katanya.

Ia menjelaskan, peran penting lembaga penjamin dalam lembaga keuangan, termasuk koperasi adalah untuk meng-cover risiko. Salah satu langkah untuk memitigasi risiko adalah prinsip prudent atau kehati-hatian, karena prinsip ini seringkali dilupakan maka banyak risiko-risiko yang dapat menimbulkan kredit bermasalah. Saat  ini diakuinya, kerja sama antara PT Jamkrida Bali Mandara dengan koperasi belumlah banyak. Hal tersebut dikarenakan, Jamkrida lebih memprioritaskan kepada koperasi yang anggotanya bergerak di sistem produktif.

Sementara itu, Ketua Dekopinda Badung, Drs. I Wayan Reta, S.H., mengatakan, keberadaan lembaga penjamin dalam hal ini PT Jamkrida Bali Mandara untuk memperkecil risiko yang ada di koperasi. Usai mengikuti sosialisasi dari Jamkrida, Wayan Reta mengaku melihat peluang kerja sama antara koperasi dan Jamkrida dalam penyelesaian permasalahan. “Kehadiran dari Jamkrida sungguh mengembirakan, yang bisa membantu kemudahan dalam mengakses permodalan,” ujarnya. *wid

BAGIKAN