Kerek Pertumbuhan Ekonomi, Wirausaha Muda pun ”Dipacu”

Wirausaha memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi daerah dan negara, sehingga berbagai dukungan yang mendorong pertumbuhan wirausaha terus dilakukan

Wirausaha memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi daerah dan negara, sehingga berbagai dukungan yang mendorong pertumbuhan wirausaha terus dilakukan. Termasuk di kalangan generasi muda, tumbuh dan berkembangnya usaha baru terus digencarkan dengan berbagai upaya. Seperti apa?

SEJAK beberapa tahun terakhir pemerintah telah berupaya mengembangkan wirausaha di negeri ini, terlebih bagi generasi muda. Selain keberadaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan suku bunga ringan yang membantu dalam permodalan, dalam kepengurusan izin saat ini juga diberikan kemudahan agar tidak terbelit-belit. Untuk di Bali layanan wifi sudah tersedia dengan gratis di banjar-banjar yang bertujuan memberi ruang dan kemudahan bagi masyarakat untuk akses layanan internet dalam pengembangan usahanya.

 Di samping itu, berbagai kegiatan yang mendorong tumbuh dan berkembangnya wirausaha baru terus digencarkan. Seperti ajang kompetisi yang mulai dilakukan oleh berbagai instansi baik pemerintahan ataupun swasta termasuk perbankan. Melalui kompetisi ini biasanya finalis tidak hanya diberikan bantuan permodalan, namun pembinaan untuk memajukan usaha termasuk akses pasar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadharma Sena pada ajang lomba wirausaha muda yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga di Denpasar beberapa waktu lalu, mengatakan, UMKM memiliki peranan besar dalam pembangunan sebuah daerah. UMKM menjadi salah satu penopang dari ekonomi rakyat kecil dan terbukti saat terjadi krisis, UMKM tidak terkena imbas.

Menurutnya, peran generasi muda dalam pengembangan UMKM sangat penting, terlebih pada era digitalisasi saat ini. “Untuk mendorong minat generasi muda untuk berwirausaha menjadi hal yang harus terus dilakukan, salah satunya dengan menggelar kompetisi yang memacu semangat generasi muda,” ungkapnya.

Kata Erwin, pada zaman milenial ini generasi muda lebih fasih terhadap perkembangan teknologi. Hal ini juga dikatakannya memberikan banyak peluang yang bisa digarap oleh generasi muda. Untuk itu hal-hal yang mampu memotivasi tumbuh dan berkembangnya wirausaha pada generasi muda sangat perlu dilakukan.

Demikian juga diungkapkan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali Gede Indra pada sebuah acara startup competion belum lama ini. Dalam meningkatkan daya saing UMKM dikatakannya pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, diperlukan dorongan dari stakeholder lainnya. Seperti BUMN dengan CSR-nya mendorong perkembangan wirausaha termasuk pula perguruan tinggi memiliki peranan penting dalam menyiapkan wirausaha muda.

Sementara itu, pengamat ekonomi Prof. Gede Sri Darma mengatakan, antusias berwirausaha bagi generasi muda saat ini sudah sangat tinggi. Terlebih pada era kemajuan teknologi saat ini, menurutnya tanpa dikasi tahu, generasi muda sudah mampu menangkap peluang yang ada karena sudah fasih dengan teknologi.

Demikian dikatakannya model wirausaha saat ini sudah berubah. Yang awalnya konvensional sudah berubah ke penggunaan teknologi. “Pedagang keliling contohnya, tak lagi harus berjualan keliling. Tinggal memasarkan di suatu tempat dan bekerja sama dengan ojek online. Dengan ini terbukti dengan peningkatan omzet sebesar 40 persen. Ini yang dimanfaatkan generasi muda saat ini,” ujarnya.

Pola pikir generasi muda yang sebelumnya cenderung menjadi ASN pun kian bergeser. Pola pikir generasi milenial saat ini tidak mau dikekang dengan absen atau aturan lainnya, namun lebih memilih pada hasil kinerja. Berbagai hal saat ini dikatakannya telah mendukung perkembangan wirausaha muda, namun yang masih lebih diperhatikan adalah perihal kepengurusan izin, agar dipastikan lebih dipermudah. *wid

BAGIKAN