Kemeja Flanel masih “Trending” di Awal 2020

KEMEJA berbahan flanel, atau kerap disebut kemeja flanel masih menjadi tren di tahun 2020 ini.

KEMEJA berbahan flanel, atau kerap disebut kemeja flanel masih menjadi tren di tahun 2020 ini. Jenis kemeja yang satu ini seakan tak lekang oleh waktu. Alhasil, kemeja flanel selalu menjadi tren sampai kapanpun.

Berbeda dengan jenis kemeja lainnya, kemeja flanel tergolong istimewa. Bahannya yang nyaman dan coraknya cenderung polos membuat kemeja ini selalu diminati setiap saat, terutama oleh kalangan anak muda. Pemilik toko Karung Jantan di Denpasar, Edi Suandana mengatakan kemeja flanel bisa dipakai oleh pria dan wanita. Namun pihaknya mengaku lebih fokus pada koleksi pakaian pria. Dikatakan, setiap hari dirinya menyediakan stok kemeja flanel karena permintaan dari konsumen selalu ada.

“Kemeja ini mungkin bisa dikatakan tidak mengenal tren, karena selalu diminati setiap saat. Di awal tahun ini juga masih banyak yang mencari kemeja flanel. Kami pun terus menambah koleksi, terutama corak-corak baru. Dalam sehari bisa laku sekitar 20 pcs kemeja flanel, dimana 1 pcs kami jual Rp110 ribu,” papar Edi.

Dirinya menambahkan, perawatan kemeja flanel tidaklah sulit. Meski demikian, cara perawatan harus diperhatikan dengan baik agar kemeja flanel tidak cepat rusak. “Ketika mencuci kemeja flanel cukup dilakukan dengan cara mengucek dan tidak perlu menyikat agar serat kainnya tidak berbulu. Setiap jenis kain sudah tentu memiliki cara perawatan yang berbeda,” jelasnya.

Sementara menyinggung trik dalam mengembangkan usaha, menurut Edi, menjadi wirausahawan harus memiliki semangat dan inovasi. Seperti dalam hal pemasaran, selain di toko yang berkonsep distro, dirinya juga gencar mempromosikan usahanya melalui media sosial. Upaya ini cukup membuahkan hasil sehingga penjualannya terus meningkat.

“Era digital saat ini yang ditandai merebaknya pemakaian gadget harus kita manfaatkan dengan baik sebagai ladang nafkah. Bahkan ini menjadi sarana ampuh untuk promosi usaha kita. Sebenarnya saya bermula dari medsos, kemudian barulah membuka toko. Kini keduanya kami jalankan untuk mendongkrak penjualan,” sebutnya. *dar

BAGIKAN