Denpasar (Bisnis Bali) – Konsumen yang memilih kemeja batik belakangan ini berasal dari segala kelas, baik menengah atas maupun bawah.
“Saat ini desain fashionbatik lebih banyak modifikasi atau kreasi, karena desainnya fleksibel dan bisa disesuaikan dengan keinginan serta kebutuhan konsumen, sehingga konsumen kami lumayan banyak belakangan ini,” ujar Rasti, salah seorang pengelola butik batik di kawasan Denpasar, Kamis (5/7).
Rata-rata pihaknya mampu menjual sebanyak puluhan pcsfashion batik per hari. Terlebih, perkembangan batik tidak terlepas dari antusias masyarakat menggunakan batik dalam tiap kesempatan.
’’Tiap tahun atau bahkan hampir tiap bulan selalu ada inovasi terbaru dari mode pakaian atau fashion hingga aksesori yang uptodate yang menjadi tren kalangan anak muda hingga orang dewasa,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Ariani, salah seorang pemilik butik lainnya.
‘’Mengembangkan kreativitas bisa menjadi lahan bisnis, serta mampu mengangkat budaya lokal dengan menciptakan produk fashion yang memiliki nilai jual tinggi, seperti kemeja batik ini,” ujarnya.
Pihaknya berkeinginan anak muda tak segan memakai batik. Sebab, pihaknya ingin melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa, yang memiliki potensi culture dan ekonomis yang amat besar harus terus dijaga dan dikembangkan.
‘’Kalangan desainer juga cenderung berani dalam memainkan warna sehingga modis dan trendi sesuai dengan fashion terbaru jaman sekarang,’’ jelasnya.
Dari segi warna, katanya, selain penggunaan warna-warna gelap, aneka warna yang lebih beranipun ikut mewarnai fashion batik kreasi modern ini. Begitupula dengan penciptaan motif, motif tabrak, model modern, dan gaul pun berani diusung untuk menciptakan sebuah karya yang indah dan tidak ketinggalan zaman.
‘’Produk ini, cukup menggebrak pasar fashion lokal yang berkualitas dan tidak kalah dengan brand-brand besar dan impor,” tandasnya. (aya)

BAGIKAN