Kembangkan Durian Kunyit Petani Terganjal Bibit

Kabupaten Tabanan tidak hanya menjadi sentra produksi tanaman padi atau daerah lumbung pangan, tetapi juga memiliki potensi sebagai sentral pengembangan komoditi tanaman durian.

Tabanan (bisnisbali.com) –Kabupaten Tabanan tidak hanya menjadi sentra produksi tanaman padi atau daerah lumbung pangan, tetapi juga memiliki potensi sebagai sentral pengembangan komoditi tanaman durian. Bahkan, Tabanan sudah mendaftarkan salah satu varietas durian lokal sebagai Sumber Daya Genetika (SDG) ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana mengungkapkan, didaftarkannya durian kunyit sebagai salah satu SDG ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian berarti durian kunyit adalah milik Kabupaten Tabanan. Kepemilikanya tidak boleh diklaim oleh daerah dan negara mana pun. “Durian kunyit ini merupakan varietas lokal atau durian asli Tabanan. Kini, durian lokal tersebut sudah terdaftar sebagai SDG,” tuturnya, Minggu (7/3) kemarin.

Meskipun sudah didaftarkan menjadi SDG pada 2018 lalu, pengembangan  durian kunyit belum luas karena terkendala terbatasnya jumlah bibit. Akan tetapi saat ini pembuatan bibit durian kunyit sudah mulai dilakukan oleh sejumlah kelompok petani. Durian kunyit bentuknya lebih kecil daripada durian pada umumnya, namun buah varietas lokal ini memiliki cita rasa yang manis dan legit. ‘’Selama ini pengembangan durian kunyit bisa ditemukan di Kecamatan Pupuan,” ujarnya.

Saat ini masyarakat Tabanan cenderung mengembangkan tanaman durian jenis durian cane. Belakangan, warga juga mulai melirik pengembangan durian jenis musang king. Hanya, hasilnya belum bisa dicoba karena rata-rata petani menanam tiga tahun lalu. “Belum ada sentra penanaman musang king, namun sudah ada petani yang mulai tanam. Kami belum mendata jumlahnya,” jelas Budana.

Menurutnya, penanaman durian musang king belum luas karena harga bibitnya mahal. Bibit pohon musang king yang tingginya 50 centimeter mencapai Rp 200.000 per bibit. Kondisi ini dinilainya wajar karena musang king adalah durian asal Malaysia yang populer. Buahnya tebal dan besar mirip durian cane serta rasanya manis. *man

BAGIKAN