Kemarau Pengaruhi Target Luas Tanam Padi di Tabanan

Musim kemarau berpotensi mempengaruhi luas areal tanaman padi di wilayah Kabupaten Tabanan sebagai daerah lumbung pangan Provinsi Bali selama ini.

KEMARAU - Penanaman padi oleh sejumlah petani di Tabanan. Musim kemarau berpotensi mempengaruhi luas areal tanaman padi di wilayah Kabupaten Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Musim kemarau berpotensi mempengaruhi luas areal tanaman padi di wilayah Kabupaten Tabanan sebagai daerah lumbung pangan Provinsi Bali selama ini. Tahun ini Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian menargetkan luas tanam padi mencapai 41.624 hektar, jagung mencapai 2.309 hektar, dan kedelai 500 hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, Ir. I Nyoman Budana, M.M. Kamis (3/6) mengungkapkan, musim kemarau ini berpotensi mempengaruhi luas tanam padi. Untuk mencegah terjadinya kerugian petani akibat kemarau, pihaknya telah mengimbau ke sejumlah petani yang mengandalkan persawahan tadah hujan untuk sementara menunda tanam padi dan beralih membudidayakan tanaman palawija maupun tanaman sayur-sayuran.

“Musim kemarau ini kami menganjurkan kepada para petani agar tetap berproduksi. Tapi untuk sentra pertanaman padi yang mengandalkan air hujan atau tadah hujan, kami arahkan berproduksi tanaman selain padi,” tuturnya.

Bercermin dari anjuran tersebut, pihaknya hingga saat ini belum menerima laporan dampak dari musim kemarau berupa gagal tanam akibat kekurangan pengairan setelah pengolahan lahan pertanian. Tapi pihaknya juga tidak menutup kemungkinan mengakui jika kemarau yang diprediksi akan berlangsung hingga Agustus mendatang berpotensi mempengaruhi luasan target tanam padi pada tahun ini.

“Kemarau ini kemungkinan akan berpengaruh pada target luasan tanam padi tahun ini. Tapi persentasenya kemungkinan kecil,” prediksinya.

Menurut Budana, kecilnya dampak kemarau tersebut seiring masih normalnya debit air di hulu atau sumber mata air di daerah Jatiluwih, dan Baturiti.  Di sisi lain, dari pengalaman sebelumnya titik paling rawan sentra pertanian di Kabupaten Tabanan yang selalu mengalami kendala pemenuhan pengairan di musim kemarau, terjadi di daerah Selemadeg Raya.

“Daerah ini hampir setiap tahun mengalami dampak dari kemarau, karena daerah tersebut merupakan pertanian tadah hujan,” ujarnya.

Sementara itu, jenis tanaman palawija yang berpotensi dikembangkan di Kabupaten Tabanan adalah jagung dan kedelai. Tahun ini target luas tanam untuk jagung ini mencapai 2.309 hektar, dan kedelai 500 hektar. Slama ini untuk potensi penanaman kedelai di Kabupaten Tabanan ini berada di daerah selatan, di antaranya, Kecamatan Kediri, dan Kecamatan Tabanan.

“Pengembangan kedelai di Kecamatan Kediri ini bahkan baru saja panen dan petani cukup diuntungkan mengingat harganya mahal saat ini,” tandasnya. *man

BAGIKAN