Kelapa Tabanan Jajaki Pasar Ekspor

Kelapa yang dihasilkan sejumlah sentra penghasil di Kabupaten Tabanan tengah dijajaki untuk menembus pasar ekspor.

KELAPA – Hasil panen kelapa di Desa Gadungan, Selemadeg Timur.

Tabanan (bisnisbali.com) – Kelapa yang dihasilkan sejumlah sentra penghasil di Kabupaten Tabanan tengah dijajaki untuk menembus pasar ekspor. Selain dalam rangka meningkatkan nilai tambah petani, upaya penjajakan yang difasilitasi oleh Kadin Tabanan ini juga untuk menyikapi turunnya serapan pasar antarpulau karena pandemi Covid-19.

Ketua Kadin Tabanan, Loka Antara, SPT., M.Si., Rabu (10/2), mengungkapkan Tabanan memiliki potensi yang cukup besar sebagai penghasil kelapa. Dari hasil pendataan yang dilakukan Kadin Tabanan, untuk di daerah Selemadeg Timur hingga Selemadeg Barat potensi produksi mencapai 150.000 butir per hari dari 30-an pengepul. Jumlah tersebut belum termasuk produksi yang cukup besar di daerah Penebel dan Marga yang sementara ini belum dilakukan pendataan.

Dijelaskannya, sebelum pandemi Covid-19 pengepul kelapa memasok hasil produksi untuk kebutuhan antarpulau dengan tujuan pasar induk di Jawa dengan rata-rata pengiriman hingga 6.000 butir per hari. Tapi kini karena pandemi Covid-19, serapan antarpulau menurun dan waktu pengiriman juga hanya dilakukan dua kali seminggu, bahkan satu kali seminggu dengan volume mencapai hanya 5.000 butir per sekali kirim. “Penurunan serapan pasar antarpulau ini membuat stok kelapa di tingkat pengepul jadi menumpuk, bahkan di salah satu pengepul mempunyai stok hingga ratusan ribu yang tidak bisa tersalurkan saat ini,” tuturnya.

Kata Loka, untuk tetap menggerakkan geliat ekonomi di desa sekaligus membantu pemasaran produksi kelapa petani Tabanan, pihaknya dengan menggandeng sejumlah pengusaha eksportir mencoba menjajaki potensi ekspor sehingga pangsa pasar salah satu hasil pertanian ini tidak hanya tertuju sebagai penjualan kelapa dalam bentuk butiran saja, namun memiliki nilai jual dalam bentuk lainnya yang dipasok ke pabrik pengolahan. Daging kelapa yang bisa diolah menjadi minyak VCO maupun kopra putih, sedangkan batok kelapa untuk bahan baku pembuatan briket, sedangkan serabut kelapa untuk bahan baku pembuatan cocofiber dan cocopeat.

“Kami di asosiasi Kadin sudah mengundang pengusaha eksportir dari Jawa Timur dan sudah langsung penjajakan ke lapangan agar sebisa mungkin membantu petani lokal, sehingga produksi bisa terserap oleh pasar dan memberi nilai tambah bagi perekonomian petani dengan harga jual yang stabil,” ujarnya.

Sementara itu, informasi dari para pengusaha eksportir ini kelapa dalam bentuk masing-masing olahan memiliki pangsa pasar yang menjanjikan untuk ekspor. Serapan pasar ekspor ini tidak hanya untuk pasar Asia, tapi juga dibutuhkan oleh buyer di Amerika Serikat. *man

BAGIKAN