Kelangkaan Kontainer Ganggu Ekspor Bali

Kelangkaan kontainer dunia saat masa pandemi Covid-19 dirasakan oleh eksportir Bali dan eksportir Indonesia pada umumnya.

Denpasar (bisnisbali.com) –Kelangkaan kontainer dunia saat masa pandemi Covid-19 dirasakan oleh eksportir Bali dan eksportir Indonesia pada umumnya.  Kelangkaan peti kemas ini cukup mengganggu ekspor Bali dan ekspor Indonesia secara keseluruhan. Ketua DPD Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Bali Panudiana Kuhn mengungkapkan hal ini di Denpasar, Kamis (17/12) .

Dikatakannya, saat pandemi Covid-19 pelaku ekspor Bali dihadapkan kondisi rebutan kontainer. Akibat rebutan kontainer, ekspor dari Bali menjadi tidak maksimal. Kelangkaan kontainer di Indonesia dirasakan hampir sembilan bulan. Imbasnya, sejumlah komoditas produk ekspor mengalami keterlambatan dalam pengiriman.

Ditegaskannya, kontainer untuk keperluan ekspor dan impor sulit didapat. Kelangkaan kontainer ini menjadi masalah ketika perdagangan dunia mulai pulih dari pandemi Covid-19. Permintaan akan produk ekspor dari Bali sudah mulai masuk. Geliat ekspor ini diharapkan bisa menutupi penurunan pendapatan masyarakat akibat merosotnya sektor pariwisata.

Dewan Pembina Apindo Bali ini menyampaikan, pelaku ekspor biasanya memerlukan waktu satu minggu untuk memesan kontainer. Namun, kini akibat kelangkaan kontainer, eksportir membutuhkan beberapa pekan untuk memesan kontainer.

Secara umum industri perkapalan mengurangi operasional kapal angkut berukuran besar. Pengurangan ini demi memangkas biaya operasional. Sebagai gantinya, perusahaan lebih memilih mengoperasikan kapal angkut kecil. Oleh karena kapal yang digunakan lebih kecil, maka kapasitas pengangkutan kontainer semakin terbatas.

Panudiana Kuhn menambahkan, kelangkaan kontainer juga disebabkan masih belum normalnya aktivitas pelabuhan dan angkutan darat di sejumlah negara akibat pandemi Covid-19 . Ini menghambat pengembalian kontainer ke kapal angkut. *kup

BAGIKAN