Kelangkaan Kontainer Akibat Peningkatan Ekspor Indonesia 

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, ekspor Indonesia termasuk dari Bali mengalami peningkatan.

KONTAINER - Kontainer untuk pengiriman barang ekspor mengalami kelangkaan akibat meningkatnya ekspor. 

Denpasar (bisnisbali.com) Dalam masa pandemi Covid-19 ini, ekspor Indonesia termasuk dari Bali mengalami peningkatan. Naiknya aktivitas kegiatan ekspor berpengaruh terhadap kelangkaan kontainer atau peti kemas. Ketua ALFI/ILFA Provinsi Bali A.A. Bagus Bayu Joni Saputra mengatakan hal ini, Jumat (18/12).

Diungkapkannya, peningkatan aktivitas ekspor Indonesia dan Bali saat pandemi Covid-19 harus kita syukuri. Sebab, ketika ekspor lebih besar daripada impor maka neraca perdagangan Indonesia surplus.

Bayu Joni menjelaskan, kelangkaan kontainer disebabkan oleh meningkatnya kegiatan ekspor. Kontainer yang keluar untuk tujuan ekspor lebih banyak dibandingkan peti kemas yang masuk untuk tujuan impor. Ini erat kaitannya dengan hukum permintaan dan penawaran. “Ketika permintaan kontainer meningkat, maka kontainer menjadi semakin langka,” ucapnya.

Menurutnya, saat permintaan kontainer meningkat, maka harga kontainer bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat. Di samping memunculkan gangguan pengiriman produk ekspor akan berdampak pada penambahan biaya pengiriman terutama dari peningkatan biaya peti kemas.

Meningkatnya biaya kontainer meski disikapi dengan pembebanan biaya peti kemas kepada pemilik produk ekspor di negara pasar. “Biaya kontainer dibayar di negara pasar oleh pemilik barang di negara tujuan ekspor,” jelas Bayu Joni Saputra.

Diakuinya, kelangkaan kontainer menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman barang ekspor. Akan tetapi keterlambatan pengiriman produk ekspor belum bisa diukur secara pasti tergantung jarak pengiriman dan proses pelayaran. Kelangkaan kontainer juga disebabkan masih belum normalnya aktivitas pelabuhan dan angkutan darat di sejumlah negara. Ini menghambat pengembalian kontainer ke kapal angkut.

Bayu Joni Saputra menambahkan, keterbatasan kontainer menyebabkan minimnya ruang untuk produk UMKM Bali. Ada permintaan pemilik barang ekspor yang ditunda pengirimannya sambil menunggu ketersediaan peti kemas. “Barang ekspor UMKM tidak ada yang dibatalkan pengirimannya, melainkan hanya ditunda sejalan dengan pemulihan  kondisi dunia akibat pandemi Covid-19,” tuturnya. *kup

BAGIKAN