Kekeringan, Luas Tanam Padi Bali Menyusut 25.000 Hektar  

Denpasar (bisnisbali.com) –Kekeringan yang terjadi saat ini berdampak pada kekurangan luas tanam padi sekitar 25 ribu hektar (ha). Lahan yang baru bisa ditanami 120 ribu ha. Untuk kekurangan akan diupayakan pada minggu IV November dan bulan Desember 2019.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya tingkatkan swasembada beras. Namun kemarau panjang yang melanda, dikhawatirkan akan berdampak pada capaian yang ditargetkan. Luas tanam padi di Bali tahun 2018 tercatat 143.773 ha dengan produksi 862.635 ton gabah kering giling atau setara dengan 564.835 ton beras. Pada tahun 2019 ini, luas tanam padi ditargetkan145.000 ha dengan target produksi 870.000 ton gabah kering giling atau setara dengan 639.400 ton beras yang berarti ditargetkan meningkat 2%.

Upaya menggenjot peningkatan tersebut merupakan salah satu misi dari visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali era baru adalah terpenuhinya kebutuhan pangan bagi krama Bali. Beras adalah pangan pokok masyarakat yang kebutuhannya terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk.

“Untuk memenuhi kebutuhan beras bagi penduduk Bali yang berjumlah 4,2 juta jiwa dari produksi lokal, Bali harus menyediakan sekurang-kurangnya 420.000 ton beras setiap tahun,” tutur Wisnuardhana. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Bali yang bertugas membina pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi di tengah-tengah makin kompleksnya tantangan berupa alih fungsi lahan sawah, persaingan pemanfaatan air/irigasi dan anomali iklim

“Program swasembada pangan melalui upaya khusus (upsus) yang dicanangkan pemerintah pusat bersinergi dengan program pemerintah daerah bahkan secara khusus mendapat pendampingan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sampai saat ini terbukti cukup berhasil meningkatkan produksi beras dari tahun ke tahun,” ungkapnya.

Dikatakan saat rapat koordinasi swasembada beras yang dilaksanakan di Kantor Dinas TPH-BUN Provinsi Bali, yang juga dihadiri Kodam IX Udayana, Korem 163/Wira Satya, Kodim se-Bali, dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Bali memang diketahui terjadi kekurangan luas tanam padi 25 ribu ha.

“Perlu diupayakan percepatan dan perluasan tanam pada Desember 2019 dengan memanfaatkan musim hujan yang diperkirakan terjadi pada awal Desember 2019,” tandasnya.  Upaya percepatan tanam dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan pemanfaatan tambahan bantuan peralatan dan mesin yang telah disalurkan pada 2019 ini, yaitu bantuan traktor 49 unit, alat tanam (rice transplenter) 8 unit, mesin perontok (threser) 60 unit serta bantuan infrastruktur lainnya.

Tim upsus provinsi dan kabupaten/kota bertugas memantau agar benih dan pupuk tersedia tepat waktu dengan jumlah sesuai kebutuhan di lapangan.  Upaya percepatan tanam dan peningkatan mutu intensifikasi digerakkan mulai tingkat kecamatan melalui program Komando Strategis Pertanian (Kostra Tani) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di setiap kecamatan.

“Selain itu perlu diwaspadai meningkatnya serangan orgasme pengganggu tanaman dan kemungkinan kebanjiran pada lahan usaha tani. Makanya perlu mengembangkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di wilayah-wilayah tertentu,” ucapnya memungkasi. *pur

BAGIKAN