Kediri akan Jadi Sentra Pengembangan Bawang Merah

Menopang kebutuhan pasar sekaligus guna mengendalikan harga bawang merah, pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian merancang Kecamatan Kediri sebagai sentra pengembangan bawang merah

PETANI - Petani bawang di Tabanan.

Tabanan (bisnisbali.com) –Menopang kebutuhan pasar sekaligus guna mengendalikan harga bawang merah, pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian merancang Kecamatan Kediri sebagai sentra pengembangan bawang merah. Itu sejalan dengan kondisi kecocokan varietas dan lahan yang memang sesuai dibudidayakan di dataran bawah.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Wayan Suandra, Kamis (24/9) kemarin, mengungkapkan, pihaknya tengah merancang sentra pengembangan bawang merah di Kabupaten Tabanan dan fokus pengembangannya adalah menyasar daerah bawah yang memang sesuai dengan syarat tumbuh berkembang tanaman tersebut. Terkait hal tersebut maka daerah yang disasar untuk pengembangan adalah Kecamatan Kediri. Selain itu, Kediri juga terbukti dari pengembangan produksi bawang merah dilakukan sebelumnya yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat rata-rata menghasilkan produktivitas mencapai 18 ton per hektar pada panen lalu.

“Saat ini kami fokus untuk pengembangan bawang merah di Kecamatan Kediri. Tahun ini bantuan pusat untuk pengembangan bawang merah mencapai 25 hektar dan semuanya dikembangkan di sejumlah sentra produksi yang ada di Kecamatan Kediri,” tuturnya.

Jelas Suandra, di Kecamatan Kediri pengembangan bawang merah dari bantuan pusat ini sebagian besar atau mencapai 10 hektar dikembangkan di Subak Bengkel, kemudian Subak Mela seluas 5 hektar, Subak Tungkub Satu 5 hektar dan Subak Gadon Tiga seluas 5 hektar. Harapannya, dari produktivitas yang dihasilkan tersebut sekitar 20 persen bisa dimanfaatkan sebagai benih untuk kebutuhan musim tanam berikutnya. Selain itu pengembangan ini juga dimaksudkan guna mengendalikan harga bawang merah di pasaran yang cenderung mengalami lonjakan tajam pada saat tertentu.

“Kami sudah mengimbau ke petani agar selain hasil produksi bawang merah dijual ke pasaran, petani juga menstok benih sehingga produksi bawang merah di Kecamatan Kediri sekaligus sebagai sentra pengembangan bisa terus berlanjut, meski nanti jika tidak lagi mendapat bantuan dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Sementara itu, koordinator lapangan untuk bantuan benih bawang merah di Desa Bengkel, Kediri, I Made Merta Suteja mengungkapkan, petani di Subak Bengkel memang sudah sangat siap dan bahkan menyambut baik dengan difokuskan sebagai sentra produksi bawang merah di Kabupaten Tabanan. Sebab, hasil yang didapat pada panen sebelumnya sangat dirasakan keuntungannya dengan harga jual bawang yang menjanjikan. Yakni, mencapai Rp 25 ribu per kg di tingkat petani. Selain itu, produksi bawang yang memiliki umur simpan cukup lama, sehingga memungkinkan bagi petani untuk menstok dan dijual ketika harga menjanjikan di pasaran.

Bercermin dari itu, kini para petani di Subak Bengkel sudah menyiapkan bibit bawang merah untuk ditanam pada Maret tahun mendatang. Di Subak Bengkel pengembangan bawang merah ini dijadikan sebagai tanaman jeda setelah bercocok tanam padi dan Maret mendatang merupakan musim tanam untuk bawang merah. Meski begitu, saat ini ada juga dalam jumlah kecil petani yang terus nyambung tanam bawang dari pascapanen sebelumnya.

“Kemungkinan tahun depan untuk pengembangan bawang merah di Subak Bengkel ini akan terus meningkat dibandingkan tahun ini atau mencapai lebih dari 30 hektar, mengingat selain adanya kepemilikan bibit bawang merah secara swadaya dari petani sata ini, tahun mendatang wacananya akan ada penambahan bantuan bibit lagi dari pemerintah pusat,” kilahnya. *man

BAGIKAN