Kedatangan Presiden Jokowi, Sinyal Kesiapan Pembukaan Pariwisata Bali

Presiden Joko Widodo datang ke Bali dalam rangka kunjungan kerja dan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di sejumlah kawasan.

PARIWISATA - Seorang pekerja menarik alat pembersih lantai di salah satu hotel di Kuta. Pengamat ekonomi meyakini kedatangan Presiden Jokowi ke Bali menjadi sinyal akan dibukanya pariwisata Bali. (foto/eka adhiyasa)

Denpasar (bisnisbali.com) – Presiden Joko Widodo datang ke Bali dalam rangka kunjungan kerja dan meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di sejumlah kawasan. Kedatangan Presiden ini pun diyakini akan membawa pengaruh positif dan menjadi sinyal positif bagi pariwisata Bali, termasuk sektor ekonomi di Pulau Dewata.

Pemerhati ekonomi dari Undiknas University, Dr. Agus Fredy Maradona, Selasa (16/3), menyatakan kedatangan Presiden ke Bali dalam rangka menghadiri kegiatan vaksinasi massal di Ubud akan memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah baik pusat maupun daerah, sangat serius dalam mempersiapkan pembukaan pariwisata Bali. Hal ini tentunya akan meningkatkan rasa percaya masyarakat dalam negeri maupun luar negeri mengenai kesiapan Bali untuk membuka kembali pariwisata pascapandemi Covid-19. “Khususnya bagi wisatawan mancanegara, mereka akan makin percaya bahwa risiko terpapar virus corona ketika berwisata ke Bali akan rendah,” katanya.

Kenapa rendah, karena selain para pegiat dan pelaku industri pariwisata tekah menerima vaksin, fasilitas pariwisata juga di Bali juga telah menerapkan protokol kesehatan dan telah menerapakan standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability). Dengan demikian, ketika kawasan pariwisata di Bali khususnya yang termasuk dalam zona hijau Covid-19, dibuka bagi wisatawan, maka wisatawan akan tertarik untuk datang berkunjung. “Saya sangat optimis ketika pariwisata Bali sudah dibuka untuk wisatawan mancanegara, perekonomian Bali akan bergerak menuju pemulihan seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19,” ujarnya.

Menurut Fredy Maradona, optimisme tersebut muncul disebabkan oleh begitu besarnya kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB Bali, serta juga begitu kuatnya multiplier effect sektor pariwisata Bali. “Dibukanya pariwisata bagi wisatawan mancagera akan turut menggerakkan sektor pertanian, industri kreatif, perdagangan, serta sektor usaha lainnya di Bali,” tegasnya.

Wakil Rektor IV Undiknas University ini pun memprediksi, perekonomian Bali di tahun 2021 akan tumbuh di kisaran 3,5 sampai 4,5 persen. Prediksi ini bisa terwujud apabila selama tahun 2021 ini kedatangan wisatawan dalam negeri ke Bali bisa dioptimalkan. Artinya, dalam rangka persiapan untuk membuka pariwisata Bali bagi wisatawan mancanegara, pariwisata Bali hendaknya sudah dibuka bagi wisatawan dalam negeri, serta pemerintah serta berbagai pihak lainnya di dalam negeri turut mendukung  pemulihan pariwisata Bali. “Misalnya pemerintah bisa menjadi konsumen pasar MICE,” ucapnya. *dik

BAGIKAN