Kasus Corona, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 3,88 Persen

Corona Virus Disease (Covid)-19 mengancam perekonomian Bali, sehingga pemerintah harus mengambil langkah nyata dalam penanganan.

Denpasar (bisnisbali.com) –Corona Virus Disease (Covid)-19 mengancam perekonomian Bali, sehingga pemerintah harus mengambil langkah nyata dalam penanganan. Pada 2020, ekonomi Bali ditargetkan tumbuh 6 persen jika tidak ada virus corona, sementara pada 2019, ekonomi Bali tumbuh 5,63 persen.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, dengan adanya Covid 19, maka ekonomi Bali akan drop. Jika Bali tidak mulai melakukan sesuatu, pertumbuhan ekonomi Bali bisa terjun bebas ke angka 3,88 persen.

“Jika melakukan setengah – setengah, ekonomi Bali bisa tumbuh 4,7 persen, dan jika melakukan ekstra upaya, ekonomi Bali dipastikan bisa tumbuh 5,85 persen bahkan 6 persen,” papar Koster, pada acara Percepatan Pemulihan Pariwisata dan Perekonomian Bali Dampak Covid -19, di Gedung Bank Indonesia.

Optimisme pertumbuhan ekonomi itu karena melihat track record kunjungan wisman ke Bali. Pada Januari 2019 kunjungan wisman 463 ribu orang, sedangkan pada Januari 2020 kunjungan wisman naik 17 persen menjadi 540 ribu. Februari 2018 kunjungan wisman 436ribu , sedangkan Februari 2019 392ribu, turun 10 persen. Jadi dampak Covid 19 ini belum terlalu besar terhadap penurunan wisman.

Besarnya kontribusi Bali terhadap kunjungan wisatawan ke Indonesia, sehingga Koster berupaya agar pembagian subsidi pengganti pajak hotel dan restoran ( PHR) yang dihapus selama 6 bulan ini dilakukan dengan lebih proporsional. Untuk itu ia menargetkan Bali memperoleh minimal Rp1,9 triliun dari Rp3,3 triliun yang dibagikan pemerintah pusat.

“Pemerintah pusat sudah menyiapkan pagu anggaran Rp3,3 triliun. Kami usulkan agar pembagiannya menggunakan best line 2019 wisatawan mancanegara, dan realitas PHR 2019 serta pengalokasian secara proporsional sehingga Bali minimum mendapatkan Rp1,9 triliun. Hitungan saya harusnya lebih dari itu,” pungkasnya.*pur

BAGIKAN