Kartu Pra Kerja, Dikabarkan, 113.899 Orang di Bali Lolos

Program Kartu Pra Kerja untuk tahun 2020 telah berakhir pada 28 September atau pada gelombang 10.

Denpasar (bisnisbali.com) Program Kartu Pra Kerja untuk tahun 2020 telah berakhir pada 28 September atau pada gelombang 10. Di Bali, dikabarkan ada 113.899 orang yang lolos dalam program tersebut. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Ardha, Senin (19/10) kemarin.

Secara resmi pihaknya masih menunggu data pusat untuk kepastian jumlah mantan tenaga kerja di Bali yang lolos. “Kita sedang meminta tentang jumlah, nama dan alamat ke pusat. Secara lisan diinfokan dari pusat, jumlah yang berdomisili di Bali lolos sebanyak 113.899 orang,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, terkait info lebih lainnya masih menunggu informasi dari pusat, termasuk pula terhadap gelombang 11 yang akan berlanjut. “Kita masih tunggu arahan pusat, sementara katanya sampai gelombang 10, untuk gelombang 11 masih belum ada petunjuk,” terangnya.

Seperti diketahui, Kartu Pra Kerja merupakan program pemerintah yang ditujukan kepada para tenaga kerja yang terdampak Covid-19, baik yang di-PHK ataupun dirumahkan. Program ini memberikan pelatihan skill yang diikuti tenaga kerja terdampak serta insentif bagi para peserta yang telah lolos verifikasi.

Hingga akhir September 2020 tercatat 3.024 orang tenaga kerja di Bali terkena PHK dan 76.940 pekerja dirumahkan. Terhadap tenaga kerja yang di-PHK ataupun yang dirumahkan, Ida Bagus Ardha juga mengajak pemanfaatan skill yang dimiliki untuk membangun usaha kecil. Termasuk bagi tenaga kerja yang dirumahkan, sembari menunggu panggilan kembali untuk bekerja, disarankan untuk mengisi waktu dengan membuka usaha rintisan.

“Sebagian besar masyarakat sepertinya juga sudah melaksanakan. Saya lihat ada yang dulunya berprofesi sebagai chef dia jual kuliner yang nampaknya cukup ramai karena banyak ojek online yang pada antre,” terangnya. *wid

BAGIKAN