Kantongi  7.417 Calon Penerima, Pendaftaran BPUM di Tabanan masih Dibuka

Pendaftaran bagi kalangan UMKM sebagai calon penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Tabanan masih dibuka hingga kini.

BPUM - Umkm di Tabanan masih berpeluang ajukan diri sebagai penerima BPUM 

Tabanan (bisnisbali.com) –Pendaftaran bagi kalangan UMKM sebagai calon penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) di Kabupaten Tabanan masih dibuka hingga kini. Saat ini Dinas Koperasi dan UMKM Tabanan sudah mengantongi 7.417 usaha kecil sebagai calon penerima bantuan yang tahun ini dialokasikan Rp1,2 juta per UMKM.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Tabanan, I Made Yasa, Senin (3/5) mengungkapkan, hingga kini pendaftaran sebagai calon penerima BPUM di Kabupaten Tabanan masih  dibuka. Rencana awal pihaknya  menargetkan pendaftaran  hingga akhir April 2021.

Tapi, karena hingga kini pemerintah pusat belum menentukan batas akhir pendaftaran BPUM 2021 ini, sehingga pihaknya tetap membuka kesempatan bagi UMKM untuk memanfaatkan program tersebut. “Sepanjang belum ada kebijakan penutupan pendaftaran oleh pemerintah pusat, kami pun tetap menerima pendaftaran,” tuturnya.

Dari jumlah yang sudah masuk, masih ada  kemungkinan bertambah, mengingat jumlah UMKM di Kabupaten Tabanan yang tercatat di dinas mencapai 43.175 saat ini.

Jelas mantan Kadis Pariwisata ini, saat ini jumlah pendaftar BPUM ini sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Bali untuk kemudian dilanjutkan ke pemerintah pusat. Di sisi lain, saat ini pihaknya juga masih memproses kelanjutan pencairan program BPUM di 2020 yang beberapa belum cair saat ini.

“Sembari menunggu pendaftaran BPUM 2021, kami juga masih memproses pencairan program yang sama untuk 2020. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua bisa rampung,” harapannya.

Sementara itu, syarat mendaftar BPUM 2021 adalah merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM beserta lampirannya yang merupakan satu kesatuan. Selain itu, bukan ASN, anggota TNI/Polri, serta pegawai BUMN/BUMD, dan tidak sedang menerima KUR. *man

BAGIKAN