Kampung Kompeten Siapkan Naker yang Kuasai ’’Skill’’

Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) di Kota Denpasar yang tergabung dalam Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (Hillsi) Kota Denpasar bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar

DISKUSI - Suasana diskusi yang melibatkan LPKS di Kota Denpasar pada kegiatan "Kampung Kompeten 2020".

Denpasar (bisnisbali.com) –Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) di Kota Denpasar yang tergabung dalam Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (Hillsi) Kota Denpasar bersinergi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar menghadirkan “Kampung Kompeten 2020” di Gedung Dharmanegara Alaya, Lumintang, Rabu (5/2).

Ketua Panitia, I Made Hadi Purnantara, SST Par, M.M., menyampaikan kegiatan kali kedua ini mengangkat tema “Agawe Sukaning Wong Len” yang bermakna membuat orang lain menjadi bahagia. Beragam kegiatan mulai dari pameran dari sekitar 31 LPKS Kota Denpasar, konsultasi pelatihan dan karier, hingga akustik dan talent performances akan dihadirkan di hadapan masyarakat dan siswa SMA/SMK se-Kota Denpasar. “Tahun ini minat peserta cukup tinggi, tahun lalu hanya diikuti 16 LPKS. Konsep kegiatan ini juga untuk senantiasa mendukung Kota Denpasar yang bebas sampah plastik dan berbasiskan smart city,” kata Hadi.

Ketua DPC Hillsi Kota Denpasar, I Nyoman Sukadana, S.E., mengatakan LPKS ini berasal dari berbagai bidang, seperti perhotelan, airlines, akuntansi perbankan dan lainnya. Kampung Kompeten 2020 diadakan dengan tujuan ingin menjadikan Kota Denpasar sebagai Skill Development Center yang unggul, kreatif dan berwawasan global. “Jadi masyarakat di Denpasar dan Bali pada umumnya yang ingin mengembangkan potensi diri untuk belajar keahlian di berbagai bidang maka Kota Denpasar adalah tempatnya,” ujar Sukadana.

Pihaknya berharap kegiatan ini menjadi agenda yang dapat menstimulus masyarakat untuk lebih mengetahui momentum saat ini bahwa industri sedang membutuhkan skill atau talen-talen yang memiliki skill profesional di berbagai bidang. Untuk itu keberadaan LPKS ini akan menjadi jawaban dari kegelisahan masyarakat.

Ditambahkannya, ketika berbicara dari landscape industri, maka Industri di Kota Denpasar dan Bali saat ini masih didominasi oleh industri pariwisata. Sudah tentu industri ini membutuhkan talen-talen yang memiliki skill yang lebih sehingga lembaga pelatihan ini dibutuhkan bekerja lebih ekstra lagi untuk mematangkan skill para peserta latihnya. “Namun di samping kemampuan skill juga sangat dibutuhkan kemampuan knowledge dan basic attitude, jadi tiga hal fundamental itu dilatih di lembaga latihan kerja, yakni kemampuan teknis, pengetahuan dan sikap profesinya, inilah yang dibutuhkan industri,” tegas Sukadana.

Sementara Kepala Disnaker dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar, IGA Rai Anom Suradi mengungkapkan bahwa pada awalnya kegiatan ini dicetuskan oleh Disnaker dan Sertifikasi Kompetensi bersinergi dengan 50 lebih LPKS yang ada di Kota Denpasar saat ini. Menurutnya, adanya kegiatan ini akan sangat membantu siswa terutama SMK yang menerapkan pendidikan vokasi agar memiliki gambaran tentang dunia kerja. “Di sinilah LPK menawarkan pelatihan-pelatihan setara D1 dan D2 agar mereka punya keterampilan. Kita tahu dunia kerja membutuhkan keterampilan atau skill, bukan sekadar knowledge, sehingga dengan pelatihan tersebut menjadi bekal mereka untuk masuk dunia kerja. Ada berbagai pelatihan yang ditawarkan LPK di Kota Denpasar, diantaranya bidang perhotelan, engineering, teknik AC, perbengkelan, alat rumah tangga bahkan sampai yoga juga ada,” tutupnya. *dar

BAGIKAN