Denpasar (Bisnis Bali) – Bali masih menjadi pasar potensial penjualan handphone berteknologi tinggi. Kalangan anak muda atau melenial tetap mendominasi segmentasi penjualan handphone di daerah ini.

“Inilah yang melatari berbagai produk terbaru dengan desain dan teknologi mutakhir dari Vivo ditawarkan ke masyarakat,” kata Manajer Vivo Bali, Anzy ditemani Ni Putu Heny Afriliantini, Assistant Manager Vivo Bali di kawasan Teuku Umar, Jumat (17/1). 

Anzy mengatakan, optimistis permintaan handphone Vivo pada 2020 bisa meningkat kurang lebih 20 persen atau mencapai kurang lebih 30 ribu produk dari transaksi pada 2019 yang mencapai kisaran 20 ribu produk. Terlebih produk terbaru siap memenuhi semua kebutuhan masyarakat dengan kecanggihan dari sisi desain, fitur canggih maupun spesifikasi, salah satunya kamera.

“Karakteristik handphone menyasar high class 40 persen maupun low end 60 persen. Harga handphone low end di bawah tiga juta rupiah,” ujarnya.

Karena itu dengan dibukanya Vivo Store yang pertama di Bali ini, ia berharap masyarakat yang ingin membeli ponsel baru, jangan lewatkan kesempatan ini.

Ni Putu Heny Afriliantini mengatakan keberadaan Vivo Store menjadi komitmen Vivo untuk berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk penggunanya.

“Kami ingin memudahkan orang untuk bisa melihat lebih dekat produk Vivo serta bisa bertanya apapun mengenai spesifikasi produk. Selain itu, kami ingin mengembangkan pasar dan outlet Vivo di Bali,” katanya. 

Dalam rangkaian peresmian Vivo Store, tiap pembelian Vivo khusus tipe high class berhak mendapatkan gift box dan hadiah menarik.

Heny berharap mampu meningkatkan pangsa pasar Vivo dan dapat dikenali masyarakat Bali. Target penjualan 500 unit dalam satu bulan di store.”Yang berikutnya tentu penjualan kami makin banyak dan bisa bersaing dengan outlet lainnya,” tegas Heny.*dik

BAGIKAN