Kain Endek Tampil di Paris ’’Fashion Week” , Perajin Bali Berharap Dapat Manfaat

Kain endek Bali yang ditampilkan pada ajang bergengsi Paris Fashion Week oleh perancang busana ternama, Christian Dior, diharapkan mampu memberi manfaat bagi para perajin di Bali secara berkelanjutan.

PAMERAN - Pameran yang dilakukan perajin kain tenun di Bali.

Denpasar (bisnisbali.com)-Kain endek Bali yang ditampilkan pada ajang bergengsi Paris Fashion Week oleh perancang busana ternama, Christian Dior, diharapkan mampu memberi manfaat bagi para perajin di Bali secara berkelanjutan. Ke depan, kain endek yang digunakan memang harus didapatkan dari para perajin di Bali yang tidak hanya sebatas nama.

Perajin Tenun Songket Jembrana, I Ketut Widi Adnyana, Jumat (2/10) kemarin, mengaku bangga dengan digunakannya endek oleh perancang internasional tersebut. Dengan itu nama kain endek bisa makin dikenal dan makin diminati serta makin menggeliatnya kain endek dalam tren fashion.

Namun demikian dia berharap agar menggeliatnya kain endek dapat memberikan manfaat bagi para perajin. “Harapannya memang benar-benar tenun hasil karya perajin Bali yang dicari, takutnya setelah terkenal malah bukan dari Bali didapatkan,” ujarnya.

Ketua Kelompok Perajin Tenun Putri Mas ini juga mengatakan, para perajin mulai membuat produk yang berciri khas serta dipatenkan, agar bisa mengetahui siapa dan di mana hasil karyanya digunakan. Dia menjelaskan, kain tenun khususnya tenun ikat ada produksi Bali disebut endek dan di Jawa disebut gedogan, dan pada dasarnya yang membedakan adalah motif. “Saat ini motif itu sudah campur aduk dan mesin juga sudah ada di mana-mana. Jadi, kita sebagai perajin juga harus melek HaKI,” terangnya sembari mengatakan saat ini pihaknya telah memiliki 19 produk yang telah dipatenkan.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster dalam suratnya kepada Dubes RI untuk Prancis juga mengatakan hal yang sama. Dalam kebanggaannya karena kain tenun tradisional Bali diapresiasi oleh brand sekelas Christian Dior, Putri Koster juga berharap jika kain endek yang sudah go internasional tersebut nantinya juga memberikan manfaat untuk kesejahteraan para perajin di pelosok desa di Bali.

Mengingat, kain tradisional khas Bali ini memiliki keterbatasan seperti belum keluarnya IG untuk payung hukumnya, tidak bisa diproduksi massal, serta cenderung limited edition. “Hal ini pula menyebabkan banyak kain tenun Bali yang diproduksi massal oleh pabrik di luar Bali. Hal ini tentunya merugikan kami secara moral dan ekonomi,” imbuhnya.

Putri Suastini khawatir ketika pihak Christian Dior mengetahui keterbatasan ini tapi tetap menginginkan memakai endek Bali, mereka lalu membeli tidak dari produksi tenun di Bali. Pihaknya memastikan tidak bisa menerima hal seperti itu. Mengingat dampak ekonomi yang akan ditimbulkan ketika endek dipakai dalam skala internasional, Bali mungkin akan gagap menghadapinya. Hal ini justru kontra produktif dengan harapan kesejahteraan pengrajin Bali.

“Bali punya nama, tapi tidak kami yang memproduksi dan bukan kami yang sejahtera. Besar rasa bangga kami, tapi lebih besar ketakutan kami,” jelasnya.

Oleh karena itu, Putri Suastini memohon Dubes RI untuk Prancis agar menjembatani sehingga apa yang menjadi harapan Bali dapat terwujud dan dijauhkan dari rasa khawatir.

Sebelum dipamerkan oleh Christian Dior, telah ada persetujuan atau lampu hijau dari Gubernur Bali Wayan Koster dengan memperhatikan sejumlah hal. Di antaranya, kain endek yang digunakan harus diproduksi oleh para penenun di Bali secara handmade menggunakan alat tradisional cagcag. Motif yang digunakan pun memang untuk bahan busana pada umumnya.  “Motif kain endek Bali tersebut sedang dalam proses untuk mendapatkan HaKI Indikasi Geografis bagi masyarakat Bali,” imbuhnya.

Koster menambahkan, tidak diperkenankan menggunakan kain endek Bali yang diproduksi di luar Provinsi Bali dan menggunakan mesin tenun modern atau alat cetakan lainnya. Mengingat kapasitas produksi penenun kain endek Bali sangat terbatas, dan agar penenun di Bali dapat memenuhi kebutuhan pihak Rumah Mode Christian Dior Paris, maka pemesanan kain endek Bali agar dilakukan lebih awal. *wid

BAGIKAN