Kadin Tabanan Desak Perbankan Turunkan Suku Bunga

Ketua Kadin Tabanan, Loka Antara mendesak kalangan perbankan agar merespons kebijakan terbaru dari Bank Indonesia (BI) terkait penurunan suku bunga acuan yang telah turun menjadi 3,75 persen.

Loka Antara

Tabanan (bisnisbali.com) – Ketua Kadin Tabanan, Loka Antara mendesak kalangan perbankan agar merespons kebijakan terbaru dari Bank Indonesia (BI) terkait penurunan suku bunga acuan yang telah turun menjadi 3,75 persen. Upaya tersebut dinilai akan mendorong geliat usaha sekaligus dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi dari keterpurukan karena dampak pandemi Covid-19.

“Guna menggeliatkan sektor usaha sekaligus ekonomi, agar kalangan perbankan ini serta merta merespons kebijakan BI terkait penurunan suku bunga acuan,” tutur Loka Antara, Jumat (4/12).

Harapannya, penyesuaian suku bunga khususnya kredit tersebut agar juga dibarengi dengan kemudahan dalam pengajuan persyaratan. Terkait pemenuhan permodalan dan di tengah pertumbuhan ekonomi Bali yang tumbuh minus 12 persen, sebelumnya Kadin kabupaten bersama pengurus Kadin Provinsi Bali telah menandatangani permohonan dan bersurat kepada Gubernur Bali yang isinya meminta kepada pemerintah pusat agar memberikan keringanan kredit dalam bentuk grace period selama satu setengah tahun. “Permohononan keringanan kredit selama satu setengah tahun ini dengan asumsi bahwa ekonomi di Bali baru bisa kembali pulih setelah 2021,” ujarnya.

Menurut Loka, tujuan usulan pemberian keringanan kredit tersebut untuk menggerakkan sektor ekonomi, terutama para pengusaha minimal untuk kebutuhan maintenance, sehingga targetnya nanti berdampak juga pada mencegah terjadinya PHK karyawan. Saat itu jumlah usulan yang diajukan mencapai Rp 5,5 triliun untuk semua pengusaha di Bali. “Mekanismenya nanti, jika usulan tersebut disetujui, besaran yang didapat oleh pengusaha ini akan disesuaikan dengan jenis usaha mereka di masing-masing kabupaten/kota,” tandasnya.

Diungkapkannya lebih lanjut, saat ini permodalan dari kalangan perbankan bagi kalangan pelaku usaha di tengah pandemi Covid-19 memang menjadi hal yang masih sangat dibutuhkan meski pemerintah pusat juga telah mengucurkan bantuan dalam bentuk hibah ke para pelaku akomodasi pariwisata. Sebab itu dia berharap pemerintah pusat agar tetap mempertimbangkan usulan dari pengajuan keringan kredit dalam bentuk grace period dan usulan tersebut tidak hanya menyasar ke kalangan pelaku usaha pariwisata saja, namun juga menyasar sektor usaha lainnya. “Nantinya usulan bantuan kredit tersebut akan disasar untuk berbagai kalangan usaha, termasuk di dalamnya seperti usaha supermarket, dan minimarket,” kilahnya.

Sementara itu, data tahun sebelumnya jumlah pelaku usaha di Tabanan yang tergabung dalam lembaga Kadin tercatat 75 pelaku usaha. Saat ini, data tersebut belum diperbaharui karena pandemi Covid-19. Namun pastinya, dari total jumlah pelaku usaha ini hampir semuanya terdampak dari pandemi Covid-19. *man

BAGIKAN