Jutaan Naker Pariwisata Terdampak Covid-19, Kemenpar Gelontor Paket Sembako

 

-Paket sembako tahap pertama dari Kemenpar RI yang telah disitribusikan kepada naker pariwisata Bali yang terdampak covid-19.

Berdasarkan data Tim Percepatan Penanganan Dampak dan Pemulihan COVID-19 Provinsi Bali terdapat sekitar 1.285.000 tenaga kerja pariwisata Bali terdampak covid-19. Bagaimana Kementerian Pariwisata RI membantu Naker pariwisata Bali terdampak covid-19 berikut laporannya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan untuk membantu Naker pariwisata terdampak covid-19 Kementerian Pariwisata sudah membagikan bantuan tahap pertama pekan lalu. Sebanyak 8.600 paket sembako kepada para pekerja yang aktivitasnya di dunia pariwisata terhenti akibat dampak dari penyebaran Covid-19.
Ia menjelaskan untuk bantuan Kementerian Pariwisata tahap kedua ini akan dibagikan kepada para pekerja yang belum menerima bantuan pada tahap pertama. Ini telah disampaikan dalam rapat koordinasi dengan stakeholder asosiasi pariwisata Bali Senin (27/4).
Astawa memaparkan tujuan dari rapat koordinasi tersebut untuk mensosialsisasikan kepada seluruh komponen pariwisata melalui asosiasi pariwisata yang ada agar menginformasikan kepada seluruh anggotanya. Ini sekaligus untuk mendata seluruh pekerja pariwisata yang belum memperoleh bantuan, agar nantinya bisa mendapatkan bantuan.
Menurutnya, dalam rapat koordinasi juga membicarakan masalah kriteria calon yang berhak dan layak mendapatkan bantuan serta mekanisme yang akan diterapkan nanti dalam penyalurannya batuan Kemenpar RI.
Astawa meyakinkan penentuan kreteria penerima bantuan dilakukan agar tidak terjadi salah sasaran dalam pemberian bantuan. Dalam rapat sudah diperoleh beberapa kesepakatan, antara lain pekerja yang nantinya akan diberikan bantuan adalah mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), serta pekerja yang dirumahkan tanpa bayaran.
Untuk mendata calon penerima bantuan tersebut, dalam rapat disepakati bahwa pendataan harus dilaksanakan lewat asosiasi pariwisata yang ada, dan asosiasi diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
Putu Astawa meyakinkan pekerja hotel dan restaurant akan didata oleh PHRI, sementara pekerja travel agent dan biro perjalanan akan didata oleh ASITA, guide oleh HPI dan seterusnya. “Agar tidak memakan waktu yang lama, maka para pekerja kami harapkan segera berkoordinasi dengan asosiasi terkait sesuai perusahaan tempatnya bekerja,” tegasnya
Wakil Ketua Tim Percepatan Penanganan Dampak dan Pemulihan COVID-19 Provinsi Bali yang juga Ketua PHRI Kabupaten Badung IGAN. Rai Surya Wijaya menyampaikan jumlah pekerja di sektor pariwisata tercatat sangat cukup banyak. Di bidang hotel dan restaurant saja sekitar 300 ribu, dan di bidang transportasi 75 ribu. ” Selain itu sektor industri ada 360 ribu, sektor perdagangan 550 ribu, totalnya mencapai 1.285.000,” ucapnya.
Rai Surya Wijaya menyampaikan jumlah pekerja di sektor pariwisata sangat tidak sebanding dengan bantuan yang dikucurkan Kemenpar RI. Ini yaitu 8.600 paket di tahap pertama, dan rencananya 11.000 paket untuk tahap kedua. Ia mengingatkan, yang berhak menerima bantuan Kemenpar RI adalah orang yang di-PHK atau orang yang dirumahkan tanpa ada bayaran.
Ketua GIPI Bali atau Bali Tourism Board, IB. Agung Partha Adnyana mengatakan saat ini sedang di data naker pariwisata Bali terdampak covid-19. Mereka akan mendapatkan bantuan sembako Kemenpar RI tahap II. ” Bantuan 11.000 paket sembako Kemenpar RI ini masih di data pendistribusiannya sehingga tepat sasaran,” jelasnya. * Kup

BAGIKAN