Jumpa Media, Gubernur Ajak Menuju Bali Era Baru

Jumpa Media, Gubernur Ajak Menuju Bali Era Baru

RAMAH - TAMAH - Gubernur Koster saat memberikan sambutan saat ramah tamah dengan insan media

Denpasar (bisnisbali.com) – Gubernur Bali,  I Wayan Koster, saat ramah tamah dengan insan media, Minggu (22/12) di Jaya Sabha, Denpasar,  mengajak masyarakat Bali menatap masa depan yang lebih baik menuju Bali Era Baru. Menuju hal tersebut, Gubernur Koster, mengatakan akan memantapkan melalui regulasi.

Regulasi,  menurutnya menjadi langkah awal agar apa yang dilakukan tidak melenceng dari target awal. “Sebelumnya Bali tidak dibangun dengan regulasi yang baik. Sekarang kita ubah. Bali harus dibangun dengan regulasi yang baik dan berkelanjutan,” kata Gubernur Koster.

Salah satu langkah Gubernur Koster menata Bali dengan regulasi yang baik adalah, mempercepat dan menyederhanakan perancangan dan penerbitan regulasi. “Saya sederhanakan aturan, kalau bisa dengan pergub kenapa harus perda,” kata Gubernur Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Salah satu alasan Gubernur Koster lebih memilih mengeluarkan pergub daripada merancang perda adalah ingin lebih cepat dan tidak buang-buang waktu. Terlebih antara pergub dan perda tidak terlalu jauh berbeda secara substansi. Perbedaannya hanya soal sanksi.

Dicontohkan pergub  yang dimaksudkan Gubernur Koster, salah satunya adalah Peraturan Gubernur  Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Satu Kali Pakai. Pergub terbaru yang masih terkait sampah yakni Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

“Pegub 97/ 2018 ini sebenarnya bisa dibuatkan perda tapi saya rasa cukup dengan pergub. Kalau aturan bisa dilakukan dengan baik bukan karena sanksi tapi karena kesadaran itu lebih baik. Ternyata benar juga disiplin dijalankan Pergub Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Satu Kali Pakai ini,” ucap Gubernur Koster.

Dilanjutkan Pergub 97/ 2018 ini kebijakan yang diapresiasi baik di dalam dan luar Bali. Hotel, restoran, dan supermarket mengikuti aturan ini dengan disiplin. Wisatawan juga membawa hal ini menjadi cerita saat kembali ke negaranya.

Pegub 97/ 2018 ini banyak mendapat diapresiasi dari negara lain, bahkan ingin mulai meniru aturan tersebut.*pur

BAGIKAN