Juli, Necara Perdagangan Bali Surplus 29,4 Juta Dolar AS

Lima bulan pada masa pandemi Covid-19, kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Bali masih mampu menggeliat.

Denpasar (bisnisbali.com) –Lima bulan pada masa pandemi Covid-19, kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Bali masih mampu menggeliat. Terbukti, Pulau Dewata masih bisa mengantongi surplus hingga 29.458.770 dolar AS pada neraca perdagangan periode Juli 2020.

Kepala BPS Bali Adi Nugroho saat merilis berita resmi statistik (BRS), Selasa (1/8) kemarin, mengungkapkan, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Bali masih bisa mengantongi surplus Juli 2020. Menariknya, jika dibandingkan dengan posisi Juni 2020 (mtm) yang tercatat surplus 29.219.311 dolar AS, maka sumbangan surplus neraca perdagangan Provinsi  Bali pada Juli 2020 tercatat naik hingga 239.458 dolar AS.

Begitu juga jika dibandingkan  dengan sumbangan neraca perdagangan Juli 2019 (yoy) yang mencapai 16.176.074 dolar AS, maka surplus neraca perdagangan Provinsi Bali Juli 2020 juga tercatat lebih tinggi. “Dengan demikian, pada Juli 2020 Bali kembali menyumbang surplus pada neraca perdagangan luar negeri nasional,” tuturnya.

Kata Adi, pencapaian surplus pada neraca perdagangan tersebut ditopang oleh kinerja ekspor Bali yang menunjukkan peningkatan. Peningkatan nilai ekspor barang Provinsi Bali mencapai 5,38 persen pada Juli 2020 (mtm). Itu tercermin pada Juni 2020, nilai ekspor Bali yang dikirim melalui beberapa pelabuhan tercatat 32.257.489 dolar AS, kemudian naik pada Juli 2020 menjadi 33.994.467 dolar AS. “Di sisi lain, secara year on year nilai ekspor Bali pada Juli 2020 masih tercatat lebih rendah atau turun sedalam -24,05 persen,” ujarnya.

Berdasarkan sepuluh negara tujuan utama ekspor barang Provinsi Bali, bila dibandingkan dengan catatan bulan sebelumnya (Juni 2020), nilai ekspor ketujuh negara tujuan meningkat dengan peningkatan tertinggi hingga ratusan persen tercatat pada tujuan Vietnam (751,77 persen) yang didominasi naiknya ekspor produk ikan dan udang berupa cumi-cumi. Jika dibandingkan dengan catatan Juli 2019 (yoy) dari sepuluh tujuan utama ekspor Bali, hanya nilai ekspor kedua negara yang tercatat menurun, yakni nilai ekspor ke Amerika Serikat sedalam -23,45 persen, dan nilai ekspor ke Australia yang turun -14,41 persen.

Sementara itu, nilai impor barang Provinsi Bali dari luar negeri sejak Februari hingga Juli 2020 berada di bawah capaian nilai impor di bulan yang sama pada 2019. Nilai impor Juli 2020 tercatat 4.535.697 dolar AS, naik 49,29 persen jika dibandingkan catatan Juni 2020 (mtm) yang tercatat 3.038.178 dolar AS. Jika dibandingkan dengan Juli 2019 (yoy), nilai impor Bali tercatat turun sedalam-84,13 persen.

“Dari sepuluh negara utama asal impor di Juli 2020, secara month to month nilai impor dari delapan negara tercatat naik dengan peningkatan tertinggi hingga ratusan persen tercatat pada tiga negara. Yakni, Inggris 473,64 persen, Australia 187,46 persen, dan Singapura 162,75 persen. Ketiganya didominasi oleh naiknya nilai impor produk mesin dan perlengkapan mekanik,” bebernya. *man

BAGIKAN