Jeli Garap Pasar Ekspor di Masa Resesi Ekonomi

EKSPOR - Kerajinan dikirim untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

Gianyar (bisnisbali.com) –Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Ketua Kadin Gianyar, Wayan Gede Arsania, Selasa (29/9) mengatakan untuk bisa bergeliat, pelaku usaha mesti jeli garap pasar ekspor di masa resesi ekonomi global.

Diungkapkannya, akibat pandemi Covid-19 yang cukup panjang menimbulkan resesi ekonomi global. Resesi ekonomi di Indonesia akibat pandemi Covid-19 dan lesunya sektor pariwisata.

Ia menjelaskan resesi ekonomi global ini juga terjadi di kantong-kantong pasar ekspor produk kerajinan di Bali. Walaupun dihadapi resesi, negara pasar ekspor Bali masih memiliki peluang untuk melakukan pemesanan barang ekspor.

Arsania mencontohkan Hawai¬† salah satu kawasan yang tidak terlalu merasakan dampak resesi global. Hawai juga dihadapkan pandemi Covid-19. Hanya saja, aktivitas ekonomi dan geliat ekonomi di Hawai masih tumbuh cukup baik. Tidak heran, pelaku usaha dan eksportir dari Bali dan Gianyar khususnya saat pandemi Covid-19 masih mengandalkan pesanan dari Hawai. “Produk kerajinan Bali masih diserap oleh pelaku usaha maupun importir dari Hawai,” jelasnya.

Arsania mengakui beberapa pesanan produk kerajinan dari Hawai memang masih dalam partai kecil. Walaupun dengan pesanan relatif kecil masih mampu mendorong pertumbuhan  ekonomi Bali dan menggeliat perajin di Gianyar.

Walaupun dalam kondisi sulit, pelaku usaha mesti jeli melihat peluang pasar. Penguasaan pasar bisa memastikan perajin terus bergerak dan berproduksi di masa pandemi Covid-19.

Wayan Gede Arsania mencontohkan produk kerajinan kayu yang untuk memenuhi pasar ekspor dalam masa pandemi Covid-19 dominan berkaitan binatang. Ini mulai kerajinan sangkar burung, patung binatang gajah, binatang jerapah dan jenis patung kayu lain yang berukuran kecil dan sedang. *kup

BAGIKAN