Jelang Nyepi, Perumda TAB Periksa Pipa Distribusi

Mencegah munculnya gangguan layanan air bersih pada momen Hari Raya Nyepi nanti, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Amertha Buana (TAB) memeriksa kelayakan pipa distribusi. Perumda TAB juga menyiapkan petugas untuk menerima pengaduan, namun perbaikan akan dilakukan setelah Nyepi.

Tabanan (bisnisbali.com) –Mencegah munculnya gangguan layanan air bersih pada momen Hari Raya Nyepi nanti, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Amertha Buana (TAB) memeriksa kelayakan pipa distribusi. Perumda TAB juga menyiapkan petugas untuk menerima pengaduan, namun perbaikan akan dilakukan setelah Nyepi.

“Kami sudah melakukan penyisiran di pipa distribusi, baik di transmisi distribusi maupun pengolahan, termasuk sumber-sumber. Tujuannya untuk memastikan pelayanan pada saat Nyepi berjalan dengan baik,” tutur Kepala Bagian Hubungan dan Langganan Perumda TAB Tabanan  Budi Gunawan didampingi Kasubag Humas Agus Sanjaya, Selasa (9/3) kemarin.

Pipa distribusi yang rawan bocor segera diperbaiki. Pihaknya juga melakukan pengurasan pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Nyanyi agar produksi air bersih tidak mengalami gangguan ketika Nyepi nanti. Meski upaya meminimalisir gangguan sudah dilakukan, pihaknya tetap mengimbau masyarakat tetap mengantisipasi dengan menampung air. “Petugas kami tetap bersiap. Hanya, saat Nyepi karena tidak bisa melakukan kegiatan di luar, kami tetap menampung keluhan masyarakat secara online maupun hotline dan akan ditindaklanjuti setelah Nyepi,” ujarnya.

Bercermin dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, gangguan layanan biasanya jarang terjadi saat Nyepi. Meski begitu, pihaknya tetap bersiap terlebih saat ini masih periode musim hujan.  Sebab, saat musim hujan ada sejumlah titik layanan air bersih yang berpotensi mengalami gangguan, khususnya di daerah dataran tinggi seperti Baturiti dan Pupuan. Selain itu, musim hujan menyebabkan air di sumbernya menjadi keruh.

Budi Gunawan menambahkan, selama musim hujan ini penggunaan air bersih di kalangan konsumen mengalami penurunan hingga 20 persen dari rata-rata normal. Sebelum musim hujan per sambungan rumah menghabiskan air hingga 20,7 liter per bulan, namun saat musim hujan khususnya pada Februari lalu jumlah pemakaian menurun menjadi 18,7 liter per sambungan rumah. *man

BAGIKAN