Jelang Natal, Permintaan Kue Menurun

Perayaan Natal biasanya identik dengan berbagai macam kue. Hal ini biasanya memberikan peluang bagi pedagang kue untuk mendatangkan omzet lebih banyak.

Denpasar (bisnisbali.com) – Perayaan Natal biasanya identik dengan berbagai macam kue. Hal ini biasanya memberikan peluang bagi pedagang kue untuk mendatangkan omzet lebih banyak. Namun, tidak pada tahun ini. Di tengah pandemi Covid-19, pesanan kue menurun drastis.

Seperti yang diakui pelaku usaha kue rumahan Irene Emiliana Suwitri. Saat ditemui di kediamannya di daerah Ubung, Denpasar dia mengaku tahun ini permintaan menurun hingga 70 persen. “Bikinnya cuma dikit tahun ini. Ikut terdampak pandemi,” ujarnya.

Selain karena ekonomi lesu, dampak pandemi yang membuat tidak sedikitnya tenaga kerja dirumahkan juga membuat pedagang kue baru bermunculan. Di samping itu, banyak juga di antaranya yang memilih membuat kue sendiri, sehingga tidak perlu membeli lagi. Hal itu yang juga menjadi penyebab turunnya permintaan kue jelang Natal tahun ini.

Saat ini, diakui Iren, dirinya lebih banyak menerima pesanan kue untuk hantaran. Itupun tanggal pengirimannya tidak serentak. Biasanya, untuk Natal dia memproduksi berbagai macam kue seperti butter cake dan kue jadul. Termasuk juga menerima pesanan nasi uduk komplit.

Hal senada diakui pelaku usaha kue rumahan lainnya, Ni Gusti Ayu Agung Mas Rosita. Dia mengatakan, untuk Natal tahun ini pesanan menurun. Diakuinya, untuk perayaan Natal biasanya dia menerima pesanan kue potong yang dipakai acara open house. Namun saat ini pesanan kue potong nyaris tidak ada. Dirinya mengaku hanya mendapatkan pesanan kue tart dengan tema Natal.

Menurutnya, lesunya perekonomian dan tidak sedikitnya pedagang kue baru bermunculan menjadi penyebab menurunnya pesanan tahun ini. “Selain itu perayaan Natal dan Tahun Baru tahun ini tidak begitu banyak yang menggelar,” imbuhnya. *wid

BAGIKAN