Jelang Kuningan, Harga Bahan Upakara Meroket

Menjelang Hari Raya Kuningan ini, pasar tradisional di Karangasem mulai ramai pembeli  sejak Rabu (23/9) lalu.

RAMA I- Suasana Pasar Amlapura Timur, siang kemarin, cukup ramai.

Amlapura (bisnisbali.com) –Menjelang Hari Raya Kuningan ini, pasar tradisional di Karangasem mulai ramai pembeli  sejak Rabu (23/9) lalu. Kamis (24/9) kemarin, selain terjadi peningkatan kunjungan sampai cukup sesak, harga kebutuhan pokok untuk upakara juga meroket.

Keramaian pengunjung pasar tampak  pada jam pasaran sejak Rabu (23/9) seperti di pasar-pasar desa Tukad Deling, dan Rubaya di Kecamatan Kubu, Pasar Desa Abang, Mangsul di Tista,  Pasar Karangsokong Subagan dan Pasar Amlapura Timur dan Barat di Kota Amlapura. Pasar Desa Bugbug, Pasar Ulakan, Bebandem, Pesangkan di Desa Duda, serta Pasar Menanga di Kecamatan Rendang, juga tak kalah ramai.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok untuk hari raya juga meningkat, seperti bunga-bungaan. Harga bunga pacar, kemarin di Pasar Karangsokong, naik dengan kisaran Rp 30 ribu per kg. Sebelumnya, usai Hari raya Galungan, harga bunga pacar sempat jatuh sampai sekitar Rp 5 ribu per kg. Harga buah-buahan untuk upacara juga meningkat,  salak Sibetan di pasar  tradisional berkisar Rp  18 ribu per kg, sementara salak gula pasir berkisar Rp 30 ribu per kg.

Di sisi lain, harga bumbu-bumbuan cukup stabil. Bawang putih berkisar Rp 20 ribu per kg, cabai merah sedang  berkisar Rp 20 ribu per kg,  bawang merah Rp 23 ribu per kg. Sementara, harga tomat tetap murah, berkisar Rp 4 ribu per kg. Di lain pihak, harga kebutuhan pokok sembako, seperti minyak goreng dan beras, tampak stabil. Harga beras kualitas menengah berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 12 ribu per kg.

Dari pantauan dan keterangan sejumlah pedagang besar, stok kebutuhan pokok untuk keperluan hari hari Kuningan ini, cukup, tidak ada kekhawatiran atau kekurangan stok. Hal itu juga terbukti pada Hari Raya Galungan  minggu lalu, situasinya hampir sama, tidak ada lonjakan harga yang cukup berarti sampai menyulitkan warga, demikianjuga tidak ada sampai kekurangan stok kebutuhan yang signifikan.  *bud

BAGIKAN