Jelang Imlek, Harga Lobster Naik

Menjelang hari raya Imlek 2021, harga lobster tangkap produksi nelayan di Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, naik menyentuh level Rp 400 ribu per kilogram.

LOBSTER - Dewa Gede Ada Artana menunjukkan lobster hasil tangkapan nelayan Yeh Gangga, Tabanan.  

Tabanan (bisnisbali.com) –Menjelang hari raya Imlek 2021, harga lobster tangkap produksi nelayan di Yeh Gangga, Kabupaten Tabanan, naik menyentuh level Rp 400 ribu per kilogram. Akan tetapi momen tersebut tak optimal dinikmati nelayan lantaran cuaca buruk ditandai angin kencang dan gelombang tinggi.

Pengelola usaha Tulus Lobster yang merupakan pengepul lobster di Yeh Gangga, Dewa Gede Ada Artana, mengungkapkan sejak akhir Januari hingga awal Februari harga jual lobster di tingkat nelayan cukup bagus. Hanya, momen tersebut tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal karena kondisi cuaca buruk, sehingga membuat banyak nelayan tidak bisa melaut mengingat risikonya cukup tinggi. “Momen Imlek ini memang sangat bagus, namun apa daya nelayan di Yeh Gangga hampir delapan hari tidak bisa melaut karena cuaca buruk,” tuturnya, Selasa (9/2) kemarin.

Dijelaskannya, setelah sempat berada di level Rp 370 ribu per kilogram pada akhir tahun lalu, kini harga lobster melonjak menjadi Rp 400 ribu per kilogram. Harga Rp 400 ribu ini terjadi sejak pertengahan Januari dan berlangsung hingga dua minggu. Akan tetapi harga lobster yang bagus tidak maksimal dinikmati nelayan di Pantai Yeh Gangga karena tidak bisa melaut dampak dari cuaca buruk. Baru sejak dua hari terakhir nelayan kembali melakukan aktivitas saat harga jual lobster turun menyentuh Rp 300 ribu per kilogram hingga saat ini.

Pada momen sama sebelumnya, lonjakan harga lobster memang selalu terjadi sebulan menjelang hari H dan kembali menurun tiga hari menjelang hari H. Itu karena kebutuhan pasar untuk momen Imlek di negara importir lobster yakni Tiongkok terjadi sebulan menjelang perayaan tahun baru ini. Memasuki masa libur atau tiga hari menjelang Imlek, eksportir tidak bisa melakukan pengiriman karena pembeli yang tutup di negara tujuan. “Itu sebabnya sejak dua hari terakhir ini harga lobster di tingkat nelayan Yeh Gangga turun ke angka Rp 300 ribu per kiligram,” ujar Artana.

Pascakembali melaut, rata-rata pasokan nelayan lobster mencapai 13-16 kilogram per hari. Kondisi ini sudah kembali normal dibandingkan dengan pasokan lobster pada Januari atau sebelum cuaca buruk yang berkisar 10-15 kilogram per hari. ‘’Kami prediksi seminggu ke depan seiring cuaca yang mendukung, jumlah tangkapan lobster akan terus membaik dan serapan pasar juga baik. Meski pasar ekspor masih libur karena momen Imlek, lobster tangkapan nelayan masih bisa distok untuk dilempar kembali pasca-Imlek,” kilahnya. *man

BAGIKAN