Jelang Galungan, Sarana Penjor ”Diburu” Warga

H-3 Hari Raya Galungan, berbagai sarana upakara diburu masyarakat.

Mangupura (bisnisbali.com) –H-3 Hari Raya Galungan, berbagai sarana upakara diburu masyarakat. Salah satunya sarana pembuatan penjor dan berbagai sampian gantung yang berbahan dari ental.

Salah seorang pedagang sekaligus suplayer sarana upakara di kawasan Kuta Utara, Badung, I Gede Dody Budiartha, S.E., M.M., mengatakan, permintaan secara eceran dimulai sejak 3 hari sebelumnya atau H-6 Galungan. Sementara permintaan grosir sudah terjadi sejak 2 bulan lalu yang melayani para pedagang eceran. “Hingga H-1 nanti permintaan biasanya masih ada,” ujarnya.

Selain sarana pembuatan penjor, beberapa sarana upakara lainnya dikatakannya ramai permintaan. Seperti sampian gantung khususnya yang berbahan ental, sampian tumpeng, penek, dupa hingga wastra pelinggih. Harga yang ditawarkan pun bervariasi. Mulai dari Rp300.000 hingga Rp1 juta per paket untuk hiasan atau sarana penjor dan mulai dari Rp2.000 hingga Rp7.000 per pcs untuk sampian gantung.

Disinggung soal peningkatan penjualan dari Galungan sebelumnya, Dodik mengatakan saat ini terjadi penurunan. Hal itu disebabkan adanya upacara di Pura Batukau, yang sebagian masyarakat Tabanan sudah membuat penjor sejak sebelumnya. Hal tersebut membuat banyak langganannya yang berada di Tabanan tidak mencari sarana penjor untuk Galungan kali ini. “Kira-kira kalau dihitung ada penurunan omzet sekitar Rp130 jutaan efek langganan di Tabanan tidak membeli,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, Ni Nyoman Suarini di Pasar Anyar (Batukandik). Dia mengatakan permintaan sudah ramai sejak beberapa hari sebelumnya dan paling ramai pada H-3. Beberapa sarana yang dijual seperti sarana pembuatan penjor, sampian gantung, penek dan lain sebagainya. Disinggung soal harga, dia mengatakan tidak ada peningkatan dari Galungan sebelumnya. “Harga masih sama,tidak ada perubahan,” jawabnya. *wid

BAGIKAN