Jelang Galungan, Permintaan Kebaya Mulai Menggeliat

Meski tidak seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan sebelumnya, permintaan kebaya sudah mulai  menggeliat.

Denpasar (bisnisbali.com) –Meski tidak seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan sebelumnya, permintaan kebaya sudah mulai  menggeliat. Stok yang disediakan pedagang juga cenderung produk yang murah meriah, mengingat kondisi perekonomian masyarakat masih dipengaruhi dampak pandemi Covid-19.

Salah seorang pengusaha pakaian Adat Bali, Mirah Krsnayanthi ditemui, di Jalan Tukad Batanghari, Denpasar, Minggu (6/9) mengatakan, permintaan kebaya jelang Galungan kali ini tentu berkurang dari sebelumnya. Namun pihaknya tetap menyediakan berbagai produk untuk melengkapi kebutuhan fashion masyarakat jelang hari raya umat Hindu di Bali.

Produk yang disediakan lebih kepada produk dengan harga terjangkau mulai dari Rp 50.000 untuk kebaya. “Untuk kebaya kami sediakan kebaya bunga-bunga dan warna putih. Harganya pun terjangkau mulai Rp50.000 per pcs,” jelasnya.

Di samping itu, untuk menarik minat masyarakat, pihaknya juga memberikan diskon untuk berbagai produk. “Sale sudah kami mulai sejak pertengahan Agustus lalu dan akan berakhir pada Kuningan nanti,” terangnya.

Diakuinya, untuk Galungan kali ini Mirah mengurangi jumlah produk yang disediakan. Pihaknya lebih menjual produk yang sudah ada. “Melihat situasi ekonomi masih lemah, kami tidak terlalu banyak menyediakan banyak stok. Kami jual barang yang sudah ada dulu. Stoknya dibuat dikit,” ujarnya.

Senada dengan Mirah Krsnayanthi, pedagang kebaya dengan sistem dalam jaringan (daring) Tri Wahyuni, mengatakan hal yang sama. Jelang Galungan dan Kuningan ini, dia mengatakan permintaan sudah mulai ada, namun tidak seramai sebelumnya.

Dia mengakui permintaan produk kebaya saat ini lebih banyak ke produk murah meriah.  “Kalau Galungan sebelumnya produk yang harganya Rp100.000 ke atas per pcs cukup banyak permintaan. Galungan kali ini lebih kepada produk di bawah Rp100.000,” ujarnya. *wid

BAGIKAN